Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Menguat: Sebelum The Fed Bicara, Pasar Sudah Bersorak

📅 Senin, 01 Des 2025, 17:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Menguat: Sebelum The Fed Bicara, Pasar Sudah Bersorak Doc: ANTARA FOTO/ Fauzan.
Ket. Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat, mencerminkan meningkatnya optimisme pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga (cut rate) oleh The Fed pada pekan depan.

Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter tersebut mendorong aliran modal masuk ke aset berisiko, termasuk pasar saham domestik, seiring proyeksi biaya pendanaan global yang lebih rendah.

Sentimen positif ini juga memperkuat sektor-sektor sensitif suku bunga, sementara pelaku pasar mulai memposisikan portofolionya menjelang keputusan resmi bank sentral AS.

Dengan demikian, reli IHSG menunjukkan bahwa arah kebijakan global tetap menjadi katalis utama pergerakan pasar dalam jangka pendek.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/12) sore, ditutup menguat 40,09 poin atau 0,47 persen ke posisi 8.548,79 seiring dengan optimisme pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed) pada pekan depan.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,38 poin atau 0,64 persen ke posisi 851,14.

"IHSG dan bursa regional Asia cenderung menguat di tengah optimisme penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS) minggu depan, yang mana pelaku pasar penuh semangat menunggu pernyataan dari Ketua Fed Jerome Powell setelah sinyal dovish baru-baru ini dari para pembuat kebijakan," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta, Senin (1/12).

Dari mancanegara, berdasarkan CME Fedwatch, probabilitas sebesar 87,4 persen bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga pada pertemuan 10 Desember 2025 atau pekan depan.

Di sisi lain, Nico mengatakan laju tren kenaikan pasar saham kawasan Asia terbatas seusai rilis data indeks manufaktur November 2025, yang mana pelaku pasar mencermati aktivitas manufaktur di Jepang, China, Korea Selatan dan Taiwan yang berada di fase kontraksi.

Kontraksi itu menunjukkan aktivitas manufaktur belum ada kemajuan dari proses negosiasi tarif perdagangan AS, dalam menopang pemulihan yang signifikan.

Dari dalam negeri, Indeks PMI Manufaktur S&P Global Indonesia naik menjadi 53,3 pada November 2025, dari sebelumnya 51,2 pada Oktober 2025, seiring meningkatnya volume produksi dan lonjakan pesanan baru.

Kenaikan itu, menurut dia, memberikan indikasi aktivitas manufaktur menunjukkan ekspansi, sehingga adanya pemulihan sektor manufaktur yang memberikan signal adanya pemulihan ekonomi dalam negeri.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan data neraca perdagangan Indonesia periode Oktober 2025 surplus 2,4 miliar dolar AS, dengan ekspor sebesar 24,24 miliar dolar AS dan impor sebesar 21,84 miliar dolar AS

Selain itu, BPS melaporkan inflasi November 2025 sebesar 0,17 persen mont to month (mtm) dan 2,72 persen year on year (yoy), atau tetap terjaga alam kisaran target Bank Indonesia (BI) 2,5 plus minus 1 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Daerah
Pemkab Lumajang Akui Terjad...
Daerah
Bangka Tengah Terapkan Eco ...
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.