Laporan WWB: Anak Muda Indonesia Terjebak Impuls Digital dan Minim Literasi Finansial
📅 Sabtu, 29 Nov 2025, 22:45 WIB | Oleh: Haryo BronoSuara-suara anak muda yang muncul dalam dialog tersebut menjadi pengingat kuat akan besarnya tantangan yang dihadapi lebih dari 44 juta anak muda Indonesia yang memasuki usia dewasa di tengah ekonomi yang ditandai oleh transformasi digital yang cepat.
“Kami dianggap sudah bisa mengelola uang hanya karena semuanya serba digital sekarang, padahal tidak ada yang benar-benar mengajarkan kami,” ujar Maura, seorang pekerja gig. “Sebagian besar waktu, rasanya kami harus mencari tahu semuanya sendiri, meskipun kami masih melihat orang tua sebagai sumber panduan,” ucapnya.
Peserta lain, Luna, pekerja formal, menyampaikan pengalaman serupa. Ia ingin memiliki layanan keuangan terintegrasi di mana saya bisa dengan mudah mengakses edukasi, fitur tabungan bertarget, dan perencanaan keuangan dalam satu tempat. “Untuk saat ini, semuanya terasa terfragmentasi di berbagai platform,” ungkapnya.
Women’s World Banking menegaskan bahwa generasi muda Indonesia berada pada fase penting untuk mempercepat pemberdayaan finansial mereka. Tanpa intervensi yang tepat untuk memperkuat kapabilitas dan kepercayaan diri, anak muda berisiko tertinggal dalam membangun fondasi keuangan yang kuat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dengan langkah yang tepat, Indonesia dapat mempersiapkan generasi berikutnya untuk membuat keputusan finansial yang lebih aman, bijaksana, dan berkelanjutan,” tambah Angelique.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!