Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sinyal Kuat dari Airlangga: Risiko Terserap, Ekonomi 2026 Dipastikan Cerah!

📅 Jumat, 28 Nov 2025, 22:35 WIB | Oleh: Tim Penulis

Kegiatan penyaluran beras stabilisasi pasokan pangan tercatat sebanyak 624 ribu ton dan masih akan disalurkan sebanyak 875 ribu ton.

Bantuan pangan kepada 18,3 juta penerima manfaat berupa bantuan beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter per bulan telah digelontorkan pemerintah. Upaya ini, ujar Airlangga, tentunya membantu menahan kenaikan harga pada Oktober-November 2025.

Dari sisi upaya peningkatan produksi pangan, hingga Oktober 2025, realisasi pembiayaan KUR dan alsintan (alat dan mesin pertanian) mencapai Rp86 triliun. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mencakup lebih dari 44 juta anak juga turut memastikan produksi petani semakin terserap.

Pemerintah juga menggelontorkan Rp31 triliun untuk stimulus ekonomi berupa diskon transportasi dan BLT Kesera senilai Rp900 ribu bagi 35 juta keluarga selama tiga bulan. Selain itu, program magang untuk 100 ribu peserta selama enam bulan, anggaran yang digelontorkan sebanyak Rp1,37 triliun.

Dari sisi digitalisasi pemerintah daerah, Airlangga menyampaikan bahwa program kebijakan percepatan dan perluasan digitalisasi daerah telah mendorong ekosistem digital secara signifikan.

Sampai dengan semester I 2025, sebanyak 501 pemerintah daerah atau 91,8 persen telah memiliki ekosistem digital yang ditunjukkan dengan dominasi QRIS dan e-banking sebesar Rp75,3 triliun dalam penerimaan pajak dan retribusi daerah.

Upaya digitalisasi juga terus mendorong pergeseran pola perilaku masyarakat ke belanja online dan non-tunai. Hingga September 2025, transaksi non-tunai mencapai Rp642 triliun dan meningkat dibandingkan tahun lalu 20,3 persen. Di samping itu, realisasi pendapatan dan belanja non-tunai pemerintah daerah juga meningkat.

Beberapa hal yang terus dilakukan oleh pemerintah antara lain perluasan kanal digital termasuk QRIS dan Kartu Kredit Indonesia serta perluasan layanan sinyal terutama di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar)dengan teknologi serat optik maupun low earth orbit.

Selain itu, dilakukan pula penguatan pembangunan daerah dengan ketersediaan fungsi sebagai bank rekening kas umum daerah, perluasan insentif bagi masyarakat untuk peningkatan kualitas dan kepatuhan masyarakat, serta penguatan koordinasi berbasis satu data, termasuk pajak atau interoperability data antara pusat dan daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.