Agen Bandung Siaga 112 Siap Jaga Warga 24 Jam Nonstop
📅 Jumat, 28 Nov 2025, 17:10 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat"Laporan gawat darurat seperti bunuh diri, dan laporan dari rumah sendiri, keluarga sendiri, itu jadi momen yang bisa dibilang tak terlupakan," kata dia.
Menerima laporan tersebut di malam hari baginya punya sensasi mendebarkan. Meski begitu, ia tak larut dalam perasaannya dan menjaga profesionalitas bekerja.
"Kalau piket malam, ngantuknya luar biasa. Tapi kami jaga bertiga. Biasanya kami bagi waktu tidur. Dua jam siaga barengan, sisa enam jam dimanfaatkan oleh kami bergiliran istirahat. Satu Agen kebagian dua jam istirahat bergiliran," ujar dia.
"Waktu dua jam ini benar-benar harus dimanfaatkan beristirahat. Karena pagi harinya kami harus melakukan kegiatan di rumah, seperti mengantar anak sekolah,” imbuh dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mengatasi rasa jenuh, Agen Bandung Siaga 112 yang bertugas mengisi waktu senggang dengan bercengkrama sembari memantau ratusan titik CCTV yang terpampang di layar besar ruangan. Atau sekadar mempersiapkan bahan untuk dilaporkan.
Sebanyak tiga kali dalam sehari, Bandung Siaga 112 bersama tim Bandung Command Center juga melaporkan rangkuman peristiwa, termasuk kejadian gawat darurat dan pantauan CCTV yang dapat anda akses melalui Instagram @bandungsiaga112.
"Namanya delapan jam siaga, tapi kan, tetap saja kami juga manusia. Ada lah saling bercanda satu sama lain, tentu tujuannya supaya enggak ngantuk kalau piket malam," terang FI.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski sekilas terlihat mudah, nyatanya, pekerjaan menjadi Call Taker 112 sama sekali tidak bisa dibilang mudah. Coba saja buat simulasinya. Maka kegugupan, bahkan kesalahan koordinasi sangat mungkin terjadi jika tugas ini dikerjakan oleh sembarang orang.
Agen RDG menyebut, seorang Call Taker wajib memiliki kepekaan dalam menangani aduan. Jika aspek ini terlewat, maka penanganan kegawatdaruratan bisa berantakan.
"Kita ini pusat aduan gawat darurat. Ada banyak pihak yang jadi mitra koordinasi kami. Jadi, sebagai Call Taker, kami harus cepat dan tepat memutuskan. Ini kejadian gawat darurat atau bukan? Lalu ke pihak mana kami meneruskan laporan," ujar dia.
Pandemi Covid-19 yang sempat melanda, jadi momen tak terlupakan baginya. Pada momen tersebut, layanan ini sangat banyak diakses masyarakat untuk keperluan penanganan penyintas Covid-19 yang mengalami gejala berat dan mengancam nyawa.
"Riuh banget. Ada yang minta ambulans, namun ketersediaannya habis, ada yang nanya sembako karena mereka terdampak isolasi mandiri, banyak banget. Karena momen Covid-19, nyawa manusia itu kayak jadi taruhannya. Tapi, Alhamdulillah kita bisa lewati," kenangan dia.
Sebagai salah satu supervisor di unit layanan ini, RDG juga bertugas menjaga koordinasi antar OPD. Karena layanan Bandung Siaga 112 terhubung dengan sejumlah instansi yang menangani kejadian gawat darurat. Misalnya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, hingga Kepolisian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!