Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Sumsel Gandeng Paskomnas Perkuat Pasokan Pangan Lokal

📅 Kamis, 27 Nov 2025, 07:15 WIB | Oleh:
Pemprov Sumsel Gandeng Paskomnas Perkuat Pasokan Pangan Lokal Doc: antara foto
Ket. Gubernur Sumsel Herman Deru di Palembang, Rabu (26/11).

PALEMBANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) menggandeng Pasar Komoditi Nasional (Paskomnas) bersinergi untuk memperkuat pasokan pangan lokal agar tidak ketergantungan dari luar daerah.

Gubernur Sumsel Herman Deru di Palembang, Rabu (26/11), mengatakan berdasarkan laporan yang diterimanya, sekitar 40 persen kebutuhan Pasar Induk Jakabaring Palembang masih dipenuhi dari luar provinsi. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi kabupaten/kota penghasil komoditas di Sumsel untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Keberhasilan memperkuat pasokan lokal akan mendorong Sumsel menjadi pusat hortikultura yang lebih kompetitif. Paskomnas memiliki pengalaman panjang dalam pemetaan pasar nasional yang dapat membantu memperbaiki rantai pasok di Sumsel.

“Paparan Paskomnas tadi sangat detail. Kita melihat peluang nyata bagi Sumsel untuk mengambil porsi yang selama ini diisi daerah lain,” katanya.

Menurutnya, Paskomnas siap bekerja sama dengan daerah penghasil untuk mengisi kekurangan tersebut sekaligus memberikan pembinaan pola tanam agar produksi lebih efisien. Pembinaan ini dinilai penting untuk memastikan pasokan sesuai kebutuhan pasar.

Selain itu, integrasi sistem hulu-hilir disebutnya krusial untuk menjaga stabilitas harga. Sebab, banyak gejolak harga terjadi karena tidak adanya sinkronisasi antara produksi dan permintaan pasar.

Oleh karena itu, penyelarasan produksi dan distribusi menjadi langkah penting untuk menjaga daya beli masyarakat.

Sementara itu, Direktur Paskomnas Hartono Wignjopranoto mengatakan koordinasi antar kabupaten penghasil sayur mayur di Sumsel segera dilakukan untuk mengisi pasokan di Pasar Induk Jakabaring. Saat ini, hanya 60 persen pasokan berasal dari Sumsel, sedangkan sisanya masih dipenuhi daerah luar provinsi.

“Potensi Sumsel sangat besar, sehingga kami berupaya pasokan dapat dipenuhi dari dalam provinsi," katanya pula.

Ia menjelaskan untuk pasokan kekurangan terdapat berbagai ragam komoditas, namun yang menjadi perhatian itu adalah cabai dan bawang, karena dua komoditas itu menjadi penyumbang inflasi.

Pola tanam kedua komoditas tersebut akan diatur agar harga tidak terlalu tinggi maupun rendah. Data pasokan dan harga yang dimiliki Paskomnas akan menjadi panduan bagi petani, sehingga produksi dapat sesuai kebutuhan pasar.

"Selain itu, kualitas pasca panen juga menjadi perhatian. Barang dengan kualitas baik dan buruk harus dipisahkan agar harga lebih adil, sehingga konsumen dan petani sama-sama mendapat manfaat," katanya lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Persija Pinjamkan Striker Mauro Zijlstra ke Arema Malang
    Preview komentar:
    Berapa nomor wa Call Center Bank Panin? Nomor WhatsApp ...
    Berapa nomor wa Call Center Bank Panin? Nomor WhatsApp ...
  • Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula
    Preview komentar:
    Wa Call Center perihal kendala transaksi Bank Panin Nomor ...
    Wa Call Center perihal kendala transaksi Bank Panin Nomor ...
  • Daftar Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Galeri24 Rp2,710 Juta/Gram, Antam Rp2,782 juta/Gram, UBS Rp2,774 Juta/Gram
    Preview komentar:
    Wa Call Center perihal kendala kartu ATM Bank ...
    Wa Call Center perihal kendala kartu ATM Bank ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Daerah
Status Siaga Kekeringan Met...

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Cincinnati Open, Area Sial ...
Daerah
Prawirotaman Adakan Festiva...
Daerah
Warga Semarang yang Akan Me...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.