Gubernur Pramono Ngobrol Serius Tentang Kota Masa Depan Bareng GIZ dan BMZ di Berlin
📅 Kamis, 27 Nov 2025, 17:05 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Istimewa
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tancap gas memperluas jejaring internasional lewat pertemuan strategis dengan pimpinan GIZ dan perwakilan BMZ di Rotes Rathaus, Berlin, Senin (24/11). Misi besar dari lawatan itu adalah membahas kolaborasi global untuk memperkuat tata kelola digital, inovasi kota, dan mobilitas berkelanjutan di Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Pramono menyampaikan apresiasi atas dukungan Jerman dan Uni Eropa terhadap sejumlah program pengembangan kapasitas yang mempercepat transformasi digital Jakarta. Ia menegaskan bahwa Jakarta kini bukan sekadar penerima manfaat, tetapi juga mitra aktif yang ikut membentuk arah perkembangan kota masa depan.
"Saya ingin menegaskan bahwa kemitraan antara Jakarta dan Berlin melalui GIZ bukan hanya kerja sama administratif. Ini adalah upaya bersama mendorong batasan inovasi agar kota menjadi lebih manusiawi, inklusif, dan efisien," ujar Gubernur Pramono.
Salah satu fokus pembahasan adalah penguatan Jakarta Future City Hub sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah, startup, akademisi, dan masyarakat sipil. Program itu sudah menghasilkan puluhan rekomendasi kebijakan, mendukung berbagai startup lokal, dan melibatkan puluhan ribu peserta dalam ekosistem inovasi.
"Jakarta Future City Hub bukan proyek jangka pendek. Ini adalah fondasi kolaboratif bagi transformasi digital Jakarta ke depan. Kami berkomitmen memastikan The Hub terus hidup, tumbuh, dan menjadi ruang eksperimen kebijakan berbasis data dan inovasi," lanjut Gubernur Pramono.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pembahasan melebar ke sektor mobilitas hijau yang kini menjadi salah satu prioritas utama Jakarta. Pramono membahas peluang kerja sama mulai dari digitalisasi transportasi umum, pengembangan layanan Mobility as a Service, hingga pemanfaatan big data untuk mengatur armada agar lebih efisien.
"Kami melihat potensi kolaborasi dalam digitalisasi TransJakarta, penerapan Mobility as a Service, dan integrasi data lintas moda. Ini bukan hanya membuat transportasi lebih efisien tetapi juga lebih nyaman, lebih mudah diakses, dan lebih ramah lingkungan bagi warga," tegasnya.
Jakarta juga memaparkan target pengoperasian 10.000 bus listrik pada 2030 sebagai bagian dari strategi menekan emisi dan membangun sistem transportasi modern. Pramono membuka pintu kerja sama berupa penelitian bersama, proyek percontohan, hingga integrasi kecerdasan buatan untuk perencanaan rute yang lebih presisi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di akhir pertemuan, Pramono menegaskan bahwa kemitraan ini bisa menjadi contoh solid bagaimana kota-kota dunia saling mendukung menghadapi tantangan urbanisasi global. Ia menyampaikan undangan kepada GIZ untuk memperluas kolaborasi teknis pada fase lanjutan transformasi kota Jakarta.
"Saya yakin bahwa perjalanan kita masih panjang. Jika kita melanjutkan kemitraan ini dengan visi dan keberanian, kita tidak hanya memecahkan tantangan Jakarta, tetapi turut menginspirasi kota-kota lain di Asia dan dunia," tutupnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!