DKI Optimalkan TPS3R yang Mangkrak
📅 Kamis, 27 Nov 2025, 15:46 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Jakarta -- Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI berkomitmen mengoptimalkan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu dengan prinsip "Reduce" (mengurangi), "Reuse" (menggunakan kembali) dan "Recycle" (mendaur ulang) atau TPS3R yang mangkrak.
"Yang tadi disebut Pak Wakil Menteri Lingkungan Hidup terkait TPS sekian yang mangkrak itu, di Jakarta kayaknya mangkrak enggak, tapi kurang sempurna iya," kata Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Dudi Gardesi di TPS3R Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis.
Dudi optimis pembangunan TPS3R di Jakarta banyak yang berjalan baik. Apalagi dengan peresmian TPS3R Lenteng Agung, sampah mampu diolah sendiri tanpa harus dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.
"Kita menyempurnakan terus sistem itu. Jadinya TPA enggak usah lagi Bentar Gebang. Selesai semua urusan, mulai dari menjual dan pendapatan dari sini semua," katanya.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta optimis dengan adanya kepercayaan untuk membangun tempat pengolahan sampah bisa berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kendati demikian, tetap tak lepas dengan adanya dukungan dan pemeliharaan yang juga harus dilakukan masyarakat.
"Kalau dikasih duit DKI lebih jago untuk bangun. Tapi untuk memelihara, mengoperasikan yang berkelanjutan, itu yang kita harus bersama-sama," katanya.
Data dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH) menyebutkan, sampah di Indonesia mencapai 56,63 juta ton per tahun dan di DKI ada 8.500 ton sampah per harinya.
Kementerian LH sedang mencoba untuk membuat TPS3R di seluruh Indonesia dengan jumlah 1.195 mulai dari Sumatera, Jawa, sampai ke daerah timur.
Kemudian, pihaknya sedang mengusulkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk membuat 1.000 TPS3R, di antaranya ada yang direvitalisasi.
Dari 3.989 TPS3R di seluruh Indonesia, ada sekitar 32 persen yang mangkrak atau tidak aktif. Lalu, terdapat lebih dari 26.000 bank sampah unit dan yang non-aktif sekitar 26 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!