Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bencana di Sumut, Presiden Diminta Beri Perhatian

📅 Kamis, 27 Nov 2025, 16:07 WIB | Oleh:
Bencana di Sumut, Presiden Diminta Beri Perhatian Doc: ANTARA/HO-KWP
Ket. Anggota Komisi III Hinca Panjaitan (tengah) dalam diskusi Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) yang bertajuk "Bersatu Siapkan Langkah Antisipasi Potensi Bencana Alam", di Jakarta, Kamis.

Jakarta -- Legislator meminta Presiden RI Prabowo Subianto untuk segera menetapkan tanggap bencana terhadap bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Utara.

"Meminta kepada Presiden Prabowo untuk menetapkan tanggap bencana ini segera dan kita minta seluruh kekuatan negara ditumpahkan atau diberi perhatian ke tempat ini," kata Anggota Komisi III Hinca Panjaitan dalam diskusi Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) yang bertajuk "Bersatu Siapkan Langkah Antisipasi Potensi Bencana Alam," di Jakarta, Kamis.

Pihaknya akan segera bertolak ke Sumut saat masa reses tiba.

"Kami juga di DPR ini kebetulan segera akan reses dalam waktu singkat ini. Kami untuk segera kembali ke Sumatera Utara untuk bersama-sama membantu mengirimkan bantuan-bantuan yang memang dibutuhkan," kata Hinca Panjaitan.

Per Rabu (26/11), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyebutkan sebanyak 13 korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi pada tujuh kabupaten/kota di Sumut.

"Hingga pukul 08.00 WIB pagi ini terdapat 13 orang dinyatakan meninggal dunia di tujuh kabupaten/kota," kata Kabid Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Provinsi Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati, Rabu (26/11).

Menurut Sri, belasan korban meninggal dunia berada dua kabupaten di Sumatera Utara.

Korban terdiri atas sembilan korban meninggal dunia di Kabupaten Tapanuli Selatan, di antaranya enam orang di Kecamatan Batangtoru, satu orang di Kecamatan Sipirok, dan satu orang di Kecamatan Angkola Barat.

Kemudian, empat korban meninggal dunia yang merupakan warga Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah, akibat tertimbun material longsor di dalam rumahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.