Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keracunan Massal di SMPN 1 Blora, 955 Porsi Menu MBG Ditarik

📅 Rabu, 26 Nov 2025, 19:22 WIB | Oleh:
Keracunan Massal di SMPN 1 Blora, 955 Porsi Menu MBG Ditarik Doc: ANTARA/Gunawan
Ket. Sejumlah siswa SMP Negeri 1 Blora, Jawa Tengah mulai pulang ke rumah.

BLORA, JAWA TENGAH - Sebanyak 955 porsi menu makan bergizi gratis (MBG) untuk SMP Negeri 1 Blora, Jawa Tengah, ditarik menyusul adanya keluhan gangguan kesehatan ratusan siswa yang diduga mengalami keracunan makanan.

"Kami mencatat jumlah siswa yang terdampak mencapai 204 siswa, sebanyak 16 siswa di antaranya masih menjalani perawatan medis," kata Kepala SMP Negeri 1 Blora Ainur Rofiq di Blora, Rabu (26/11).

Ia mengatakan siswa yang harus menjalani rawat jalan 67 anak di Rumah Sakit Dinas Kesehatan Tentara (RS DKT) Blora, sedangkan rawat inap 14 siswa dan dua siswa dirawat di RSUD dr R Soetijono Blora.

Selain itu, 955 porsi makanan yang didistribusikan pada hari tersebut, juga ditarik oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur MBG Karangjati 1, Blora.

Koordinator Person In Charge (PIC) SMPN 1 Blora Wahyu Yuli mengatakan dari ratusan siswa yang terdampak itu, awalnya 198 siswa mengalami gejala lemas dan diare, kemudian bertambah enam orang menjadi 204 siswa seiring dengan proses pendataan.

Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Blora Zoe Zevana mengakui merasa mual dan lemas setelah pulang sekolah, setelah menyantap menu makan bergizi, terutama sayur yang memiliki aroma dan tekstur tidak biasa.

"Sampai sekarang masih sakit perut. Diare juga masih," ujarnya.

Ia mengakui seluruh siswa di kelasnya yang berjumlah 30 anak mengalami keluhan yang sama dan harus menjalani pemeriksaan di RS DKT.

Jauzah, siswa SMPN 1 Blora lainnya, mengakui gejala yang dialaminya lebih ringan ketimbang lainnya, karena tidak lagi mengalami diare.

"Kebetulan saya makan menu makan bergizi yang disajikan pada Selasa (25/11) hanya sedikit," ujarnya.

Pihak sekolah bersama tenaga kesehatan di Kabupaten Blora hingga Rabu sore, masih mendata jumlah siswa terdampak serta menelusuri penyebab keracunan, termasuk pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.

Ketua Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Karangjati 1 Blora Intan mengatakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora telah melakukan pemeriksaan di lokasi.

"Dinkesda (Dinas Kesehatan Daerah) sudah ke sini. Untuk hasilnya silakan ditunggu, karena semua sampel makanan sudah diambil," ujarnya.

Ia menjelaskan menu MBG yang diberikan pada Selasa (25/11) berisi ayam, susu kemasan, dan pakcoy botol.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.