Sinyal Bahaya di Bima: Gunung Sangeangapi Aktif, Pemerintah Siapkan Evakuasi Besar
📅 Minggu, 23 Nov 2025, 21:42 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Ady Ardiansah
MATARAM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pemkab Bima dan TNI/Polri meningkatkan kesiapsiagaan setelah status Gunung Sangeangapi dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi ke Level II (Waspada) mulai Jumat (22/11).
Berbagai skenario evakuasi, peralatan penyelamatan, serta dukungan logistik mulai disiagakan untuk mengantisipasi potensi peningkatan aktivitas vulkanik.
Kepala Pelaksana BPBD NTB Ahmadi mengatakan langkah kesiapsiagaan setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan laporan khusus Nomor 143/GL.03/BGL/2025 pada 22 November 2025, yang menyatakan kenaikan status Gunung Sangeangapi dari Level Normal menjadi Waspada.
"Menindaklanjuti itu kami menggelar rapat membahas upaya mitigasi dan langkah penanganan potensi dampak peningkatan aktivitas vulkanik," ujarnya melalui pernyataan diterima di Mataram, Minggu.
Hingga Minggu, Gunung Sangeangapi masih berada pada status Level II (Waspada). Masyarakat, pengunjung, dan wisatawan diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah utama, serta wilayah sektoral timur-tenggara hingga garis pantai sejauh 6,5 kilometer.
"Meski demikian, sekitar 150 warga masih beraktivitas seperti bertani, berkebun, beternak, dan melaut di luar radius terlarang tersebut," kata dia.
BPBD Kabupaten Bima bersama Camat Wera dan Kepala Desa Sangeang telah melakukan identifikasi kondisi masyarakat yang masih berada di sekitar kawasan rawan, sekaligus melaksanakan sosialisasi terkait kesiapsiagaan evakuasi.
Selain itu, dukungan logistik juga diberikan, termasuk bingkisan Gubernur NTB untuk Tim Siaga Bencana Vulkanologi, serta pembagian masker kepada Kepala Desa Sangeang sebagai langkah antisipasi abu vulkanik.
Dalam skema pembagian tugas evakuasi apabila status meningkat ke Level III (Siaga) hingga Level IV (Awas), sejumlah instansi disiagakan, termasuk SAR Bima, TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta BPBD Kabupaten Bima.
"Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTB juga memastikan dukungan sumber daya untuk memperkuat kesiapsiagaan," tegas Ahmadi.
Selain itu, sejumlah peralatan evakuasi telah dalam kondisi siaga, meliputi speed boat milik Pos SAR Bima, Polairud Bima, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bima, serta perahu boat KSDA Sangeang. Sarana pengungsian seperti tenda dari BPBD Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Provinsi NTB juga telah disiagakan.
"Dapur umum dan perlengkapan kesehatan disiagakan oleh BPBD, TNI, Polri, dan Dinas Sosial, sementara kebutuhan logistik pengungsi ditangani oleh BPBD NTB, BPBD Kabupaten Bima, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, dan PMI NTB," katanya.
Ahmadi menyatakan pemerintah berharap proses mitigasi dapat berjalan efektif untuk meminimalkan risiko bagi masyarakat di sekitar Gunung Sangeangapi apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!