Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamen Kemendukbangga: Sebagian Besar Kasus Bunuh Diri Remaja karena Tekanan Teman Sebaya

📅 Minggu, 17 Agu 2025, 22:35 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Wamen Kemendukbangga: Sebagian Besar Kasus Bunuh Diri Remaja karena Tekanan Teman Sebaya Doc: Kemendukbangga
Ket. Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka

JAKARTA-Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengatakan bahwa sebagian besar kasus bunuh diri pada remaja ternyata dipicu oleh tekanan dari teman sebaya. 

Pernyataan itu mengutip buku karya Gordon Neufeld, dan Gabor Maté Isyana yang menegaskan bahwa keterikatan (attachment) antara orang tua dan remaja adalah fondasi yang harus dijaga, terutama di tengah kuatnya pengaruh teman sebaya. 

"Karena itu, keterikatan yang mulai renggang perlu dibangun kembali dan dikuatkan. Orang tua perlu hadir bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional mendengar, memahami, dan menjadi tempat aman bagi anak untuk bercerita,"ucap Isyana Bagoes dalam Kelas Orang Tua Bersahaja (Bersahabat dengan Remaja), dalam rangka peringatan HUT RI ke-80 yang digelar Kemendukbangga/BKKBN) kemarin.

"Sebab, meskipun tubuh mereka kini mungkin lebih tinggi dan kuat dari kita, mereka tetaplah anak-anak yang membutuhkan perlindungan, arahan, dan kasih sayang," ujar Wamen Isyana.

 Dalam buku tersebut digambarkan bahwa remaja cenderung lebih banyak mendengarkan pendapat teman-temannya dibandingkan orang tua. Namun, pertanyaannya apakah mereka benar-benar siap menerima dan menyaring pengaruh tersebut?

Neufeld dan Maté mengungkapkan, tantangan remaja masa kini jauh lebih berat dibanding generasi sebelumnya. Tekanan dari lingkungan pertemanan bisa datang dalam berbagai bentuk, mulai dari tuntutan untuk mengikuti tren hingga dorongan mengambil keputusan berisiko.

Kenali kebutuhan Anak

Pada kesampatan tersbeut, Isyana juga menyampaikan bahwa setiap keluarga memiliki dinamika dan tantangan masing-masing. Tugas orang tua adalah mengenali kebutuhan anaknya secara tepat, menyesuaikan pendekatan pengasuhan, dan terus belajar. 

"Kesibukan di kantor tidak boleh menjadi alasan untuk kehilangan kedekatan dengan anak. Karena hubungan yang hangat dan saling percaya adalah benteng terkuat menghadapi beratnya tantangan remaja di era ini,"ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.