Gus Yahya Tolak Mundur dari Jabatan Ketua Umum PB NU
📅 Minggu, 23 Nov 2025, 06:37 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
SURABAYA - KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, pada Minggu (23/11) menyatakan menolak mundur dari jabatan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Sebelumnya, beredar dokumen risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU yang diikuti 37 dari 53 orang pengurus harian Syuriyah pada Kamis (20/11) yang menetapkan agar Gus Yahya mengundurkan diri dari posisi Ketua Umum PBNU, jika dalam tiga hari tidak ada pernyataan pengunduran diri, Syuriyah akan mengambil langkah pemberhentian secara formal.
“Saya katakan, kalau saya tidak terbesit sama sekali (untuk mundur). Karena tidak ada alasan untuk itu,” katanya, usai Rapat koordinasi yang diikuti oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia di Surabaya, yang berlangsung sejak Sabtu malam.
Menurutnya, perwakilan PWNU yang dulu telah memilih dalam Muktamar ke-34, akan merasa kecewa jika kepemimpinan PBNU tidak dilaksanakan sampai tuntas.
"Pertama-tama mereka mengatakan tidak mau saya mundur. Mereka khawatir saya mundur. Karena mereka dulu memilih saya, mereka akan kecewa kalau saya mundur."
Sebaiknya Anda baca juga:
Rapat dengan agenda koordinasi anggota itu berlangsung tertutup dan dijaga oleh sejumlah personel Banser NU. Sebelum rapat dimulai, Gus Yahya mengaku belum menerima dokumen risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU yang ditandatangani Rais 'Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar0 itu.
“Saya sendiri belum terima. Tapi lihat nanti apakah ada yang dipersiapkan. Tunggu informasinya ya,” ujarnya saat ditanya awak media.
Desakan mundur atas Gus Yahya muncul sejumlah poin evaluasi terkait dinamika internal organisasi. Salah satunya karena pemiliham narasumber yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan Zionisme Internasional, dalam program Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal itu dinilai tidak sesuai dengan Maqashidul Qanun Asasi NU serta garis perjuangan PBNU dalam membela nilai-nilai kemanusiaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!