Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Suara Gemuruh, Letusan Sekunder Gunung Semeru Buat Warga Panik

📅 Sabtu, 22 Nov 2025, 05:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Suara Gemuruh, Letusan Sekunder Gunung Semeru Buat Warga Panik Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi. Petugas gabungan bertindak cepat dan terkoordinasi, menutup sementara akses menuju Jembatan Besuk Kobokan atau Jembatan Gladak Perak untuk mencegah risiko kecelakaan karena jarak pandang terbatas.

LUMAJANG - Warga lereng Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, sempat panik akibat letusan sekunder Gunung Semeru muncul dari sisa material erupsi sepanjang aliran Sungai Besuk Kobokan dan suara gemuruh terdengar dari permukiman terdekat, Jumat (21/11) petang.

Letusan sekunder terjadi ketika banjir lahar dingin melintasi tumpukan material lava panas dari erupsi sebelumnya di Sungai Regoyo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Reaksi panas dan air memicu semburan asap dan abu yang menutupi jalur Piket Nol yang merupakan akses jalan penghubung penting antara Lumajang dan Malang.

"Getaran letusan itu terekam jelas di seismogram, dengan amplitudo maksiSal mencapai 43 milimeter," kata relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Winarno.

Meski situasi menegangkan, lanjut dia, petugas gabungan dari BPBD, relawan, dan aparat setempat bertindak cepat dan terkoordinasi, menutup sementara akses menuju Jembatan Besuk Kobokan atau Jembatan Gladak Perak untuk mencegah risiko kecelakaan karena jarak pandang terbatas.

"Langkah itu menunjukkan kesiapsiagaan dan disiplin petugas dalam mengutamakan keselamatan masyarakat. Setelah aktivitas letusan sekunder mereda dan kepulan asap berkurang, maka jalur kembali dibuka secara aman dengan arahan petugas," tuturnya.

Masyarakat tetap diimbau waspada karena akses jalan di jembatan masih licin dampak material abu vulkanik dan diguyur hujan, tetapi kendaraan roda dua atau lebih dapat melintas dengan hati-hati sambil mematuhi arahan petugas di lapangan.

Letusan sekunder Gunung Semeru menjadi pengingat bahwa meski bencana alam tak terduga, kesiapsiagaan, solidaritas, dan tindakan terukur dapat menjaga keselamatan sekaligus memupuk optimisme warga dalam menghadapi tantangan alam.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru juga mencatat terjadinya getaran banjir lahar hujan pada sore hari selama hampir dua jam, sehingga lahar hujan tersebut mengalir cukup deras di sisa material awan panas yang menyebabkan terjadinya letusan sekunder.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Mari Menciptakan Sekolah yang Nyaman bagi Murid

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Mari Menciptakan Sekolah ya...

Pemain Inggris tak Sabar Ingin Hadapi Messi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pemain Inggris tak Sabar In...

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Daya Beli dan Ketahanan Eko...
Daerah
Kejati Sumbar Bantah Telah ...
Nasional
Polda Metro Jaya Minta Imig...

Andoni Iraola Bertekad Bangun Liverpool

1.5 jam yang lalu | Sriyono

Olahraga
Andoni Iraola Bertekad Bang...
Megapolitan
Hari Pertama Sekolah Tergan...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.