Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OJK: Program Desa EKI di Majalengka Kembangkan Wisata Ramah Difabel

📅 Sabtu, 22 Nov 2025, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
OJK: Program Desa EKI di Majalengka Kembangkan Wisata Ramah Difabel Doc: ANTARA
Ket. Objek wisata Situ Cipanten yang menjadi lokasi penerapan Program Desa EKI di Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (22/12/2025).

MAJALENGKA - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menegaskan Program Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa Gunung Kuning, Majalengka, Jawa Barat, diarahkan untuk pengembangan desa wisata ramah difabel sebagai strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis inklusi.

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib di Majalengka, Sabtu, mengatakan pengembangan wisata ramah difabel menjadi salah satu fokus program ini, karena sesuai dengan potensi desa dan mampu menciptakan manfaat ekonomi yang merata.

“Program Desa EKI di Majalengka ini tidak hanya memperkuat akses keuangan, melainkan mengembangkan desa wisata ramah difabel sebagai keunggulan lokal,” katanya.

Ia menjelaskan program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara OJK, Bank Indonesia, Pemerintah Kabupaten Majalengka, Pemerintah Desa Gunung Kuning, BUMDes Karya Mekar, serta industri jasa keuangan.

Menurut Agus, pengembangan wisata inklusif harus ditopang oleh kesiapan masyarakat, kelembagaan desa, serta ekosistem ekonomi yang kuat.

Oleh karena itu, kata dia, Program Desa EKI di Gunung Kuning menjadi instrumen untuk memperkuat fondasi tersebut.

Ia menyampaikan selain pengembangan pariwisata, Program Desa EKI diarahkan untuk memperluas inklusi keuangan melalui peningkatan literasi dan pemanfaatan produk keuangan formal.

“Tujuannya agar masyarakat makin bijak dalam menggunakan produk keuangan dan tidak lagi bergantung kepada rentenir, bank emok, hingga pinjaman ilegal,” ujarnya.

Pihaknya menilai peningkatan inklusi keuangan, dapat membentuk karakter masyarakat yang lebih mandiri sehingga pengembangan desa wisata dapat berjalan berkelanjutan.

Agus menuturkan Program Desa EKI dilakukan dalam tiga tahap, yakni pra-inkubasi, inkubasi, dan pasca-inkubasi, dengan periode pelaksanaan hingga 2026.

Sejauh ini, kata dia, tahap pra-inkubasi dan inkubasi telah dilaksanakan dengan fokus pada pemetaan kebutuhan serta pengenalan layanan keuangan kepada peserta.

Pada tahap pra-inkubasi, OJK Cirebon memetakan kebutuhan akses keuangan terhadap 108 peserta yang hasilnya menunjukkan 51 persen membutuhkan tabungan, 4 persen deposito, 19 persen kredit usaha, dan 3 persen pembiayaan kendaraan.

“Tindak lanjutnya adalah pelaksanaan product matching antara perbankan dan industri keuangan non-bank pada Agustus 2025,” kata Agus.

Ia menyebut proses inkubasi akan berlanjut di tahun depan, melalui pendalaman berbagai produk dan layanan keuangan untuk memperkuat ekosistem inklusi di desa tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.