Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kuliner Khas Parimo Lalampa Toboli Masuk Kekayaan Intelektual Komunal

📅 Sabtu, 22 Nov 2025, 11:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kuliner Khas Parimo Lalampa Toboli Masuk Kekayaan Intelektual Komunal Doc: ANTARA
Ket. Kuliner khas Lalampa pada perayaan Hari Raya Lalampa di Desa Toboli, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (8/7/2023).

PALU - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Sulawesi Tengah (Sulteng) resmi mencatatkan Lalampa Toboli, kuliner khas Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK).

Kepala Bidang Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkum Sulteng Aida Julpha Tangkere di Palu, Sabtu, menjelaskan Lalampa Toboli telah memenuhi seluruh unsur KIK.

“Lalampa memiliki nilai tradisi, diwariskan turun-temurun, dan menjadi praktik komunal. Karena itu layak mendapatkan status KIK,” katanya.

Ia mengatakan Lalampa telah lama menjadi bagian tradisi masyarakat Toboli dan digemari wisatawan maupun perantau yang merindukan cita rasa kampung halaman.

Lalampa Toboli merupakan kuliner berbahan dasar beras ketan berisi suwiran ikan, biasanya tuna atau tongkol, yang dibungkus daun pisang kemudian dibakar di atas bara api. Proses pembakaran menghasilkan aroma khas dan cita rasa gurih yang membedakan dari lemper.

Ia menuturkan bahwa terdaftar sebagai KIK memastikan kuliner khas Lalampa Toboli terlindungi dari klaim pihak lain dan tetap menjadi milik masyarakat Toboli dan Parigi Moutong.

“Dengan penetapan tersebut, negara memberikan pengakuan hukum atas nilai budaya, sejarah, dan manfaat sosial Lalampa Toboli,” katanya.

Sementara tu Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng Rakhmat Renaldy mengajak agar seluruh daerah aktif melakukan inventarisasi budaya.

“Setiap kabupaten/kota memiliki kekayaan budaya unik. Jangan menunggu sampai ada masalah atau klaim dari pihak lain. Dokumentasikan dan daftarkan sekarang,” katanya.

Menurut dia, Lalampa Toboli memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ikon wisata gastronomi Sulteng. Dengan pelindungan KIK, lanjut dia, identitas kuliner tersebut tetap terjaga dan dapat dimaksimalkan menjadi peluang ekonomi masyarakat.

Ia menambahkan pelindungan budaya juga merupakan investasi jangka panjang bagi identitas daerah dan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Pihaknya memastikan siap memberikan pendampingan teknis, mulai dari pengumpulan data hingga proses verifikasi KIK.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.