Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Presiden Minta SDM RI Siap Bersaing Global

📅 Jumat, 21 Nov 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Presiden Minta SDM RI Siap Bersaing Global Doc: istimewa
Ket. Brian Yuliarto Mendiktisaintek - Bapak Presiden ingin mendorong tenaga kerja terampil Indonesia juga mengisi lapangan kerja di luar negeri yang memang sangat besar.

Peningkatan kompetensi, penguasaan teknologi, dan kemampuan adaptasi menjadi kunci bagi tenaga kerja Indonesia untuk mengambil peluang di berbagai sektor global.

Surabaya, Jawa Timur - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan permintaan Presiden Prabowo Subianto yang ingin mendorong tenaga kerja terampil asal Indonesia bersaing mengisi kebutuhan lapangan pekerjaan di luar negeri.

Pihaknya mengamati banyak lapangan pekerjaan di luar negeri yang dapat diisi oleh tenaga kerja asal Indonesia, sejalan dengan karakter masyarakat Indonesia yang sudah dikenal baik di kalangan profesional mancanegara dengan kesopanan dan keuletannya dalam bekerja.

“Seperti permintaan Bapak Presiden ingin mendorong tenaga kerja terampil Indonesia juga mengisi lapangan kerja di luar negeri yang memang sangat besar dan kita tahu bahwa karakter bangsa kita ini sangat baik, orangnya sopan-sopan, ulet bekerja, nah ini sudah dikenal di luar negeri,” kata Mendiktisaintek Brian di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Kamis (20/11).

Seperti dikutip dari Antara, Mendiktisaintek kini berupaya untuk mengombinasikan karakter-karakter baik tersebut dengan keahlian maupun sertifikasi yang dibutuhkan tenaga kerja asal Indonesia untuk melamar pekerjaan di luar negeri.

Saat ini, lanjut dia, pihaknya tengah berdiskusi secara intens dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) guna menyiapkan para lulusan asal Indonesia dapat bersaing dan terserap di pasar kerja luar negeri.

Brian menyebutkan salah satu kendala yang dibahas ialah bahasa serta sertifikasi yang terstandar dan berlaku di negara tujuan.

“Di luar negeri kan kendalanya biasanya bahasa atau standar sertifikasi yang dimiliki setiap negara. Nah, kami sedang coba siapkan, sudah mulai berbicara kepada beberapa negara, harapannya standar-standar itu bisa dilakukan di Indonesia, sehingga lulusan kita tidak perlu pergi ke negara yang dituju untuk mengambil sertifikasi,” imbuhnya.

Pendidikan Transnasional

Seiring dengan itu, Kemdiktisaintek berupaya meningkatkan kemitraan di bidang riset dan pendidikan tinggi dengan Inggris.

Hal tersebut mengemuka kala Brian Yuliarto beserta jajaran menyambut kunjungan kehormatan Sir Steve Smith, UK International Education Champion dan Dominic Jermey, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste beserta delegasi pendidikan tinggi Inggris di Jakarta.

"Pemerintah Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan kerja sama terutama di bidang riset, hilirisasi hasil riset dan pendidikan transnasional (TNE)," kata Mendiktisaintek.

Ia menyebut skema kolaborasi double degree maupun joint degree juga perlu ditingkatkan melalui berbagai skema seperti 3 tahun + 1 tahun untuk sarjana ataupun 3+1+1 untuk magister.

Brian menyebutkan Inggris merupakan salah satu negara favorit bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi, baik dari skema beasiswa maupun pendanaan mandiri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.