Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini Tren Wisata yang Sedang Diminati Para Pelancong

📅 Jumat, 21 Nov 2025, 08:39 WIB | Oleh:
Ini Tren Wisata yang Sedang Diminati Para Pelancong  Doc: ANTARA
Ket. Banaran Trail Run 2025 digelar di Kampoeng Kopi Banaran, Bawen, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (2/11/2025), untuk mempromosikan obyek wisata perkebunan kopi.

JAKARTA - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengemukakan tren wisata yang sedang diminati oleh wisatawan, yang bisa dijadikan sebagai acuan bagi pelaku industri dalam menghadirkan produk dan layanan pariwisata.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (20/11), dia menyebut kegiatan pendalaman budaya sebagai salah satu kegiatan wisata yang digemari.

Menurut dia, banyak wisatawan yang ingin menikmati pengalaman budaya lokal seperti menikmati desa wisata, aktivitas bersama warga lokal, dan pengalaman membuat kerajinan.

Menteri Pariwisata juga menyampaikan bahwa saat ini banyak wisatawan yang peduli lingkungan serta lebih memilih fasilitas dan layanan pariwisata yang menerapkan prinsip berkelanjutan.

Wisata alam niche seperti wisata goa dan menyelam dengan standar keselamatan tinggi juga dinilai berpeluang menarik banyak wisatawan.

"Indonesia juga tentunya dikenal dengan kekayaan alamnya, menjadikan nature and adventure based tourism (pariwisata berbasis alam dan petualangan) sebagai salah satu dari tarik utama," katanya.

Menurut dia, wisata kuliner dan gastronomi juga menarik minat wisatawan untuk mengeksplorasi cita rasa makanan Indonesia.

Kementerian Pariwisata telah menghadirkan Wonderful Indonesia Gourmet Book untuk mendukung pengembangan wisata kuliner dan gastronomi.

Sementara itu, layanan wisata kebugaran bisa menarik wisatawan yang menginginkan pengalaman kesehatan holistik berbasis alam dan tradisi.

"Seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan holistik, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengambil posisi yang kuat di segmen ini," kata Menteri Pariwisata.

Kementerian Pariwisata mengadakan acara Wonderful Indonesia Wellness di Solo dan DI Yogyakarta untuk mempromosikan layanan wisata kebugaran.

Menteri Pariwisata mengemukakan pula bahwa kegiatan Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran serta tren bekerja dari mana saja mendatangkan peluang usaha penyediaan paket perjalanan wisata terpadu.

Widiyanti mengatakan bahwa masa depan sektor pariwisata Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan keberlanjutan.

Dalam hal ini, ia menjelaskan, keberhasilan usaha pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan tetapi juga dari kualitas pengalaman wisatawan serta kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan dan budaya lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.