KemenPPPA Tegaskan Pentingnya Pedoman Perkuat Perlindungan Anak dari Terorisme
📅 Jumat, 21 Nov 2025, 13:27 WIB | Oleh: Tim PenulisKemudian, Pendiri Yayasan Prasasti Perdamaian Noor Huda Ismail sebagai narasumber dengan mengangkat topik memahami karakteristik dan kompleksitas isu anak yang terpapar kekerasan ekstremisme.
“Anak bukan pelaku, tetapi korban dari ideologi dan jaringan terorisme. Keterlibatan anak dalam ekstremisme sering disebabkan oleh doktrin keluarga maupun jaringan, ekspos kekerasan sejak dini, serta kurangnya pengawasan dan akses pendidikan yang inklusif. Anak yang terlibat memerlukan pendampingan hukum dan psikososial, bukan hukuman,” katanya.
Selain peran pemerintah yang berfokus pada mekanisme rehabilitasi dan reintegrasi, ia menekankan bahwa LSM juga berperan penting dalam memberikan edukasi, ruang dialog, serta penguatan empati, sehingga anak penyintas jaringan terorisme memperoleh penanganan, pemberdayaan, serta penerimaan dari keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!