Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KemenPPPA Tegaskan Pentingnya Pedoman Perkuat Perlindungan Anak dari Terorisme

📅 Jumat, 21 Nov 2025, 13:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
KemenPPPA Tegaskan Pentingnya Pedoman Perkuat Perlindungan Anak dari Terorisme Doc: KemenPPPA
Ket. Kegiatan Koordinasi dan Penguatan Kapasitas Perlindungan Anak dari Jaringan Terorisme bagi Pemerintah dan Tenaga Layanan pada 18 – 19 November 2025.

JAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyebutkan pentingnya Pedoman Teknis Perlindungan Anak dari Jaringan Terorisme sebagai acuan nasional dalam memperkuat upaya perlindungan anak.

Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak Dalam Kondisi Khusus KemenPPPA, Susanti mengkonfirmasi di Jakarta, Jumat, bahwa pedoman ini berfokus pada langkah kolaboratif lintas kementerian dan lembaga melalui upaya pencegahan, penanganan, rehabilitasi, reintegrasi, hingga monitoring dan evaluasi.

“Aksi terorisme modern kini menyasar anak dan remaja sebagai kelompok yang rentan terpengaruh melalui ruang digital. Kondisi ini mengharuskan kita untuk lebih mewaspadai dan memberikan perlindungan ekstra agar anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan bebas dari ancaman terorisme," kata Susanti.

Menurutnya, upaya perlindungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tugas bersama seluruh pihak mulai dari keluarga, komunitas, hingga masyarakat luas.

"Upaya perlindungan anak dari jaringan terorisme tertuang dalam Pasal 61 Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2021 tentang Perlindungan Khusus Anak. Edukasi penguatan ideologi dan rasa nasionalisme anak perlu ditekankan melalui layanan konseling, rehabilitasi, pendampingan, dan pengasuhan," katanya.

Pengasuhan dengan menanamkan nilai – nilai yang membangun karakter anak, seperti rasa empati, katanya, kemudian tanggung jawab, serta kemandirian akan memperkuat daya tahan anak terhadap pengaruh negatif, termasuk paham radikalisme dan konten ekstremisme kekerasan.

Pihaknya juga berperan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPPA) dan dinas yang mengampu Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk menangani anak korban jaringan terorisme.

Sementara itu, tindak pencegahan aksi ekstrem berbasis kekerasan dapat dilakukan melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang saat ini berjumlah 302 unit di seluruh Indonesia.

Perwakilan Direktorat Pencegahan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri Kombes Pol. Mohammad Dofir menuturkan, tercatat 19.416 aksi pencegahan aksi teror berdasarkan Data Densus 88 AT/Polri tahun 2024. Angka ini menunjukkan peningkatan pesat dibanding tahun 2022 dengan 1.536 aksi pencegahan.

“Meskipun demikian, Standar Operasional Prosedur (SOP) Kontra Radikalisasi Terhadap Anak tetap menjadi dasar dalam penanganan anak korban jaringan terorisme. Proses asesmen, upaya kolektif, monitoring, dan evaluasi tentu dilakukan dengan berkoordinasi lintas sektor dengan kementerian/lembaga terkait,” kata Dofir.

Perwakilan Sekretariat Direktoral Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Tuaman Manurung menambahkan, berdasarkan Data Komdigi Periode Oktober 2024 – November 2025, sebanyak 3.257.039 konten negatif tersebar pada situs internet dan media sosial, dimana 8.305 di antaranya merupakan konten terorisme dan radikalisme.

“Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS) berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat, memberikan layanan dan pengawasan perlindungan anak di ranah digital. Upaya ini tentu harus didukung peran orang tua, wali, serta masyarakat untuk mendampingi anak dalam mengakses konten digital,” kata Tuaman.

Selain itu, perwakilan Direktorat Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Bara Lintar Sanggabuana menyampaikan upaya deradikalisasi merupakan proses yang terpadu dan berkesinambungan untuk menghilangkan pemahaman radikal terorisme yang telah terjadi pada anak.

“Deradikalisasi pada anak ditempuh melalui pembinaan wawasan kebangsaan dan keagamaan yang menempatkan kepentingan terbaik bagi anak sebagai prioritas,” ujar Bara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.