Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPJAMSOSTEK Tingkatkan Perlindungan bagi Atlet di Sulawesi Utara

📅 Jumat, 21 Nov 2025, 08:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPJAMSOSTEK Tingkatkan Perlindungan bagi Atlet di Sulawesi Utara Doc: ANTARA
Ket. Penyerahan kartu peserta BPJAMSOSTEK kepada para atlet di Sulut.

MANADO – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) terus meningkatkan perlindungan bagi atlet di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

"Menjadi hal yang sangat penting akan perlindungan jaminan sosial bagi para atlet untuk prestasi yang berkelanjutan," kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Manado, Maulana Anshari Siregar, di Manado, Kamis (20/11).

Dia mengatakan dalam proses mengejar prestasi, para atlet menghadapi potensi cedera, kecelakaan saat latihan, hingga risiko jangka panjang terhadap kesehatan dan keberlangsungan karir mereka.

Karena itu, katanya, jaminan sosial ketenagakerjaan bagi atlet menjadi kebutuhan mendesak yang tidak dapat ditunda.

Pemerintah daerah, federasi olahraga, dan seluruh pemangku kepentingan diimbau untuk memastikan setiap atlet baik profesional, amatir, maupun atlet usia pembinaan mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bagian dari standar pembinaan.

“Kami mengapresiasi atas atensi para atlet yang telah terdaftar akan pentingnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, dan kami juga berharap kedepannya akan menyusul juga atlet-atlet dari daerah lain sehingga semua atlet di Sulawesi Utara dapat terlindungi BPJS Ketenagakerjaan,” kata Maulana.

Di Sulawesi Utara saat ini, diketahui telah terdaftar sebanyak 158 atlet dari Kabupaten Kepulauan Sitaro yang telah aktif sejak 13 November 2025, dan sejak 14 November 2025 telah terdaftar 359 atlet dari Kota Bitung, sebanyak 381 atlet dari Kabupaten Minahasa Utara, dan 257 atlet dari Kota Tomohon.

Selain itu, sejak 31 Oktober 2025 juga telah terdaftar 21 atlet dari Kota Kotamobagu dan 80 atlet dari Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Program jaminan sosial ketenagakerjaan terutama Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) memberikan perlindungan komprehensif kepada atlet ketika terjadi risiko yang tidak diinginkan.

JKK menjamin biaya perawatan dan pengobatan tanpa batas sesuai indikasi medis, santunan cacat sebagian atau total, hingga santunan kematian akibat kecelakaan kerja.

Sementara itu, JKM memberikan santunan bagi keluarga jika atlet meninggal dunia di luar aktivitas latihan dan pertandingan, termasuk beasiswa untuk anak peserta.

Ia menjelaskan perlindungan jaminan sosial merupakan bentuk penghargaan sekaligus tanggung jawab bagi para atlet yang telah mendedikasikan diri untuk mengharumkan nama daerah maupun bangsa.

“Atlet bekerja keras setiap hari, dan risiko cedera bisa terjadi kapan saja. Negara dan daerah harus hadir memastikan mereka terlindungi. Jaminan sosial bukan hanya bantuan finansial, tetapi fondasi keamanan bagi masa depan para atlet,” ujar Maulana.

Pentingnya jaminan sosial bagi atlet tidak hanya menyangkut perlindungan fisik, tetapi juga berdampak pada psikologis dan performa. Atlet yang merasa aman secara ekonomi dan kesehatan cenderung berlatih lebih fokus, berani mengambil tantangan, dan memiliki motivasi lebih tinggi untuk meraih prestasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Indonesia Tertinggal 0-2 dari Tiongkok

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Tertinggal 0-2 da...
Olahraga
Atlet Angkat Besi Saatnya U...
Megapolitan
Enam Desa Wisata Ditetapkan...
Advertisement
Pascabanjir Arosuka, Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal

Pascabanjir Arosuka, Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.