Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jaga Ketahanan Pangan, Indonesia-Australia Perkuat Protokol Kesehatan Hewan

📅 Minggu, 13 Jul 2025, 20:30 WIB | Oleh:
Jaga Ketahanan Pangan, Indonesia-Australia Perkuat Protokol Kesehatan Hewan Doc: ANTARA/HO-Humas Kementan
Ket. Dokumentasi - Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan Imron Suandy (kiri) menerima Delegasi Australia.

JAKARTA - Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) dan Badan Karantina Indonesia (Barantin) membahas penguatan protokol kesehatan hewan bersama Delegasi Australia dalam rangka memperkuat ketahanan pangan kedua negara.

Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan Imron Suandy mengatakan Pemerintah Indonesia terus memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan protein hewani nasional dengan menjaga tata kelola impor ternak secara ketat dan bertanggung jawab.

"Kami telah melakukan audiensi antara Kementerian Pertanian dan delegasi Kedutaan Besar Australia untuk membahas penyelarasan protokol kesehatan hewan dan karantina dalam impor sapi hidup dari Australia," kata Imron dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Kementerian Pertanian menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam proses impor ternak, yang bukan hanya menjadi urusan pelaku usaha, tetapi juga menyangkut kepentingan strategis nasional.

Menurutnya kehadiran sapi impor hidup diharapkan dapat menjadi penggerak utama dalam meningkatkan produksi susu dan daging sapi nasional, demi memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia.

"Khususnya untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis, yang menjadi wujud nyata komitmen negara dalam membangun generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas,” ujar Imron.

Ia menekankan sapi hidup yang diimpor bukan sekadar komoditas, melainkan bagian dari sistem produksi pangan nasional berkelanjutan. Karena itu, aspek kesehatan hewan dan biosekuriti harus menjadi perhatian utama.

Dalam pertemuan audiensi tersebut, lanjut Imron, dibahas pula sejumlah aspek teknis, termasuk sistem pencatatan dan ketertelusuran ternak, masa karantina pra-ekspor, serta rencana tindak lanjut kerja sama bilateral dalam kerangka Nota Kesepahaman Kerja Sama Pertanian Indonesia-Australia.

Kementerian Pertanian menegaskan keberhasilan program protein hewani nasional sangat ditentukan oleh kolaborasi internasional yang kuat, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian dan kedaulatan sistem kesehatan hewan dalam negeri.

Sementara itu, Direktur Manajemen Risiko Karantina Barantin Anes Doni Kriswito menegaskan penguatan protokol kesehatan hewan menjadi keharusan demi menjaga integritas sistem keamanan pangan nasional.

“Kami percaya terhadap sistem kesehatan hewan yang telah dibangun di Australia. Namun, penting untuk memastikan protokol yang dijalankan sesuai dengan peraturan Indonesia, guna memberikan jaminan kesehatan terhadap ternak yang masuk,” ujar Anes.

Sementara itu, Deputy Secretary Biosecurity Operations and Compliance Group Justine Saunders selaku Delegasi Australia menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin erat antara kedua negara, khususnya di sektor peternakan dan biosekuriti.

“Australia siap mendukung penuh program-program strategis Indonesia, termasuk inisiatif Makan Bergizi Gratis, yang kami nilai sebagai langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan gizi masyarakat,” ujar Justine.

Ia menambahkan hubungan saling percaya yang telah dibangun selama ini menjadi fondasi penting dalam menjamin kelancaran perdagangan ternak antara kedua negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Luar Negeri
KBRI Riyadh: Tidak Ada WNI ...

Rinso dan OTHMAN Hadirkan Koleksi Fashion Bertema Noda

48 menit yang lalu | Paundra Zakirulloh

Rona
Rinso dan OTHMAN Hadirkan K...

Menekraf: PPh Royalti Buku Dipangkas Jadi 1,5 Persen

53 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menekraf: PPh Royalti Buku ...

40 Rumah Hanyut Diterjang Banjir Bandang

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
40 Rumah Hanyut Diterjang B...

Mendag Ajak Anak Muda Berbisnis Waralaba

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Mendag Ajak Anak Muda Berbi...
Megapolitan
IQAir: Indeks Kualitas Udar...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.