Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lantang Suarakan Anak-anak Korban Perang, Aktivis Remaja Suriah Bana Al-Abed Diganjar Penghargaan Perdamaian KidsRights

📅 Kamis, 20 Nov 2025, 10:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lantang Suarakan Anak-anak Korban Perang, Aktivis Remaja Suriah Bana Al-Abed Diganjar Penghargaan Perdamaian KidsRights Doc: AFP
Ket. Bana Al-Abed dari Suriah memenangkan Penghargaan KidsRights atas advokasinya bagi anak-anak terdampak perang.

STOCKHOLM - Seorang gadis Suriah berusia enam belas tahun yang menarik perhatian dunia saat berkicau di Twitter dari lokasi pengepungan Aleppo memenangkan Penghargaan KidsRights atas advokasinya bagi anak-anak terdampak perang.

Bana al-Abed, yang dievakuasi ke Turki pada tahun 2016 bersama keluarganya, dianugerahi Penghargaan Perdamaian Anak Internasional atas karyanya yang "menyatukan kembali keluarga, membuka kembali sekolah, dan menawarkan harapan nyata bagi anak-anak di zona konflik seperti Gaza, Sudan, Ukraina, dan Suriah", demikian pernyataan Yayasan KidsRights yang berbasis di Belanda, Rabu (19/11).

Al-Abed telah menghadiri berbagai konferensi di seluruh dunia yang mengkampanyekan hak-hak anak, mengunjungi anak-anak di kamp-kamp pengungsi di Turki dan Yordania, menulis dua buku, dan mendapatkan pengakuan global dari para pemimpin dunia, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron.

"Dengan suara yang tak kenal takut, saya bertanya kepada (mantan presiden Suriah) Bashar al-Assad, (Perdana Menteri Israel) Benjamin Netanyahu, (Presiden Russia) Vladimir Putin, para panglima perang Sudan, dan semua panglima perang lainnya di seluruh dunia: Berapa banyak anak yang telah direnggut nyawa dan impiannya oleh perang, oleh rezim yang membunuh warganya, atas nama bertahan hidup oleh penjahat yang memasarkan perang sebagai agenda politik, oleh kekaisaran yang membenarkan agresi atas nama keamanan, dan oleh mereka yang telah mengubah kekerasan menjadi kebijakan yang disengaja?" ujar al-Abed dalam pidato penerimaannya di Balai Kota Stockholm.

"Ketahuilah ini: kata-kata Anda tidak akan luput dari perhatian. Kita tidak akan tinggal diam di hadapan mereka yang menjadikan darah sebagai alat kekuasaan atau kekuatan," ujarnya.

Pendidikan 

Dalam sebuah wawancara sebelum upacara penyerahan penghargaan, al-Abed mengatakan kepada AFP bahwa memastikan anak-anak di zona perang dapat bersekolah adalah prioritas utamanya.

"Ada banyak hal yang harus kita coba bantu untuk anak-anak, tetapi yang paling penting adalah pendidikan," ujarnya.

"Ketika mereka diberi pendidikan, mereka juga diberi harapan dan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang," ujarnya.

Mereka juga perlu dibiarkan menjadi anak-anak.

Dalam perang, "anak-anak didorong untuk menjadi dewasa dan memahami lingkungan mereka jauh lebih cepat dari yang seharusnya," ujarnya.

Al-Abed belum kembali ke Suriah sejak keluarganya mengungsi, tetapi ia ingin membantu membangun kembali negara dan sekolah-sekolahnya.

"Suriah sekarang membutuhkan bantuan banyak orang untuk membangun kembali," katanya. Sekolah-sekolah kosong kini hanya menerima murid-murid muda.

"Tidak ada apa-apa. Anak-anak terpaksa duduk di lantai. Dingin. Tidak ada papan tulis, tidak ada buku, tidak ada meja, tidak ada materi untuk pendidikan."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.