Transneuron, Jalan Menuju Robot dengan Sistem Saraf Buatan Layaknya Otak Manusia
📅 Rabu, 19 Nov 2025, 07:20 WIB | Oleh: Haryo Brono“Otak kita sangat efisien, mampu melakukan tugas-tugas kompleks seperti mengenali wajah atau mengendalikan gerakan dengan menggunakan energi yang sangat sedikit,” jelas Profesor Alexander Balanov, Profesor Fisika di Universitas Loughborough,
Dengan menyesuaikan pengaturan sirkuit listrik perangkat kita, seperti mengubah voltase, kita dapat membuat unit yang sama bertindak seperti neuron otak yang berbeda. Kita juga tahu bahwa neuron buatan kita merespons dengan baik terhadap perubahan lingkungan, seperti tekanan dan suhu, yang dapat digunakan untuk menciptakan sistem sensorik buatan.
Semua ini dapat menghasilkan komputer masa depan yang jauh lebih cepat dan menggunakan lebih sedikit energi daripada saat ini, dan bahkan robot yang dapat mengubah perilakunya secara real-time, layaknya makhluk hidup. Lebih dari sekadar imitasi: transneuron buatan berkomputasi seperti otak
Yang terpenting, para peneliti menunjukkan bahwa transneuron tidak hanya meniru perilaku neuron – ia juga berkomputasi seperti neuron.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketika para peneliti mengubah sinyal listrik yang masuk ke perangkat, transneuron menyesuaikan seberapa sering ia menghasilkan pulsa listrik – seperti sel-sel otak yang mengubah aktivitasnya tergantung pada sinyal yang masuk.
Ketika diberi dua sinyal sekaligus, transneuron merespons secara berbeda tergantung pada apakah sinyal datang bersamaan atau tidak sinkron. Hal ini menunjukkan bahwa transneuron dapat membedakan sinyal – sesuatu yang biasanya membutuhkan beberapa neuron buatan yang bekerja sama.
Cara Kerja Transneuron
Seperti neuron buatan lainnya, transneuron yang dibuat para peneliti adalah chip elektronik kecil yang meniru cara sel-sel otak mengirimkan sinyal satu sama lain dengan menghasilkan pulsa listrik kecil.
Chip elektronik yang digunakan untuk membuat transneuron buatan - sirkuit elektronik kecil yang mereplikasi cara sel-sel otak mengirimkan sinyal satu sama lain dengan menghasilkan pulsa listrik kecil. Transneuron-transneuron ini digambarkan di depan perangkat eksperimen yang digunakan untuk menangkap bagaimana sel-sel otak merespons masukan listrik.
Chip elektronik yang digunakan untuk membuat Transneuron sirkuit elektronik kecil yang mereplikasi cara sel-sel otak mengirimkan sinyal satu sama lain dengan menghasilkan pulsa listrik kecil. Transneuron digambarkan di depan perangkat eksperimental yang digunakan untuk merekam respons sel-sel tersebut terhadap masukan listrik.
Fleksibilitasnya yang mirip otak berasal dari komponen yang baru ditemukan yang disebut memristor – perangkat berskala nano yang secara fisik berubah ketika listrik mengalir melaluinya, memungkinkannya untuk ‘mengingat’ sinyal-sinyal sebelumnya dan menyesuaikan responsnya, seperti cara sel-sel otak belajar.
Ketika listrik mengalir melalui transneuron, atom-atom perak di dalam memristor bergeser untuk membentuk dan memutus jembatan mikroskopis, menghasilkan pulsa listrik kecil. Perubahan pada lingkungan memristor seperti suhu, tegangan, dan resistansi mengubah perilaku pulsa.
Beginilah cara para peneliti dapat menyetel transneuron agar berperilaku seperti bagian-bagian otak yang berbeda tanpa kendali perangkat lunak apa pun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!