MPR RI Gelar Pagelaran Budaya Gaungkan Semangat Persatuan dan Nasionalisme Lewat Kesenian Rakyat Lampung
📅 Rabu, 19 Nov 2025, 21:10 WIB | Oleh: Sriyono“Bahasa Lampung diperkirakan dapat punah dalam beberapa puluh atau mungkin ratus tahun ke depan karena jumlah penggunanya sedikit dan semakin jarang digunakan sebagai bahasa keluarga di rumah. Ini tidak boleh terjadi. Anak cucu kita harus tetap mengenal bahasa Lampung,” tegasnya.
Dalam momen ini juga sekaligus memperkenalkan bahasa melalui pakaian dan tradisi. Ahmad Muzani pun memanggil model yang mengenakan baju adat Lampung untuk berdiri bersamanya, dan mengaku bangga berada di antara keduanya.
“Pakaian adat Lampung ini menunjukkan identitas budaya Lampung yang luar biasa. Gagah, bukan? Cantik juga, bukan? Saya pun merasa gagah berdiri di antara mereka,” pungkasnya.
Sementara itu Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal juga menegaskan bahwa seni dan budaya merupakan medium paling efektif untuk menjaga keharmonisan antarsuku serta memperkuat identitas Lampung sebagai daerah multikultural yang damai.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Acara ini bukan sekadar hiburan, tetapi ruang edukasi yang menanamkan nilai persatuan. Lampung telah menjadi rumah bagi berbagai suku bangsa. Kita melihat bagaimana masyarakat dari latar belakang berbeda bisa hidup berdampingan dengan damai. Ini berkat nilai-nilai luhur Piil Pesenggiri dan rajutan Empat Pilar yang terus kita pegang,” ujarnya.
Menurutnya, budaya bukan hanya simbol, melainkan penanda jati diri bangsa. Oleh karena itu, melestarikan budaya berarti menjaga keberlangsungan identitas nasional. Ia mencontohkan bagaimana tradisi adat Lampung mampu menjadi sarana penyelesaian masalah sosial serta mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.
“Tradisi itu membentuk karakter masyarakat. Dulu segala perselisihan diselesaikan di balai adat, melalui seni, musik, dan ritual yang sarat makna. Di era modern, tradisi itu harus kita adaptasi dan tularkan melalui kreativitas generasi muda. Teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan budaya Lampung lebih luas,” tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gubernur juga menekankan pentingnya menjadikan kesenian rakyat sebagai fondasi pendidikan karakter di tengah gempuran budaya global. Pelestarian budaya, menurutnya, hanya akan berhasil jika melibatkan kaum muda sebagai pelaku kreatif.
“Kami, Pemerintah Provinsi Lampung, selalu mendorong agar identitas budaya Lampung hadir di seluruh sektor kehidupan masyarakat di pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pelayanan publik. Budaya adalah kekuatan besar kita,” tuturnya.
Ia berharap pagelaran seni budaya yang diinisiasi MPR RI ini dapat memperkuat nasionalisme masyarakat Lampung serta menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap budaya daerahnya.
“Kegiatan ini bukan hanya memamerkan kekayaan seni Lampung, tetapi juga menanamkan nilai kebangsaan yang sangat penting bagi masa depan bangsa. Semoga kegiatan seperti ini terus berlangsung dan menjadi inspirasi bagi daerah lain,” pungkas Rahmat Mirzani Djausal.
Rangkaian acara ini kemudian ditutup dengan penampilan sejumlah kesenian Lampung lainnya, termasuk Tari Bedana, musik gamolan, serta pameran kerajinan Kain Tapis. Para peserta dan tamu undangan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara yang berlangsung hangat dan penuh nuansa kebudayaan.
Melalui kegiatan ini, MPR RI dan Pemerintah Provinsi Lampung meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga persatuan bangsa melalui seni, tradisi, dan kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!