Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Melemah Lagi, Efek Domino Gejolak Global yang Tak Terhindarkan

📅 Selasa, 18 Nov 2025, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Melemah Lagi, Efek Domino Gejolak Global yang Tak Terhindarkan Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto
Ket. Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan rupiah belakangan ini mencerminkan meningkatnya ketidakpastian global, mulai dari volatilitas suku bunga di negara maju hingga ketegangan geopolitik yang menekan arus modal.

Sentimen risk-off membuat investor cenderung mengalihkan portofolio ke aset aman, sehingga memberi tekanan tambahan pada mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Meski fundamental domestik relatif terjaga, stabilisasi rupiah ke depan sangat bergantung pada kemampuan pasar global meredam gejolak dan respons kebijakan yang adaptif dari otoritas moneter.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Selasa (18/11) sore melemah 15 poin atau 0,09 persen menjadi Rp16.751 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.736 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Taufan Dimas Hareva, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah tak lepas dari pergeseran preferensi investor menuju aset safe haven di tengah ketidakpastian global.

Kondisi pasar yang cenderung risk-off membuat permintaan terhadap instrumen berisiko, termasuk mata uang emerging market, menurun. Akibatnya, tekanan jual terhadap rupiah meningkat.

Situasi ini menegaskan pentingnya stabilitas sentimen global serta peran kebijakan domestik dalam menjaga kepercayaan pasar dan meredam volatilitas nilai tukar.

“Arus modal asing masih berhati-hati, sementara dolar AS tetap mendapat dukungan dari ketidakpastian global dan preferensi investor terhadap aset safe haven,” katanya di Jakarta.

Meski begitu, ruang stabilisasi tetap ada karena aktivitas intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar valas serta likuiditas domestik yang relatif terjaga.

Menurut Taufan, faktor global tetap menjadi motor utama yang memberikan sentimen terhadap pergerakan rupiah.

“Penguatan dolar AS, kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia, serta dinamika geopolitik membuat mata uang negara berkembang bergerak defensif,” ungkap dia.

Di dalam negeri, fundamental Indonesia dianggap masih cukup solid dengan inflasi yang terkendali dan bauran kebijakan BI yang mendukung stabilitas nilai tukar.

Namun, hingga ada sinyal yang lebih kuat dari bank-sentral global atau membaiknya appetite (selera) risiko investor, rupiah masih akan bergerak dalam tekanan terbatas.

“Narasi ini dapat diperkuat dengan pembaruan data setelah pembukaan pasar hari ini (18/11),” ujar Taufan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.