Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RI ‘Gedor’ Panggung FMM di Singapura: Dunia Harus Perkuat Perdagangan Multilateral!

📅 Selasa, 18 Nov 2025, 18:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
RI ‘Gedor’ Panggung FMM di Singapura: Dunia Harus Perkuat Perdagangan Multilateral! Doc: ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian.
Ket. Indonesia menyerukan penguatan perdagangan multilateral dan transformasi digital melalui kerja sama ekonomi, investasi, dan integrasi kawasan di kegiatan the 1st FMM di Singapura.

JAKARTA – enguatan perdagangan multilateral menjadi semakin penting di tengah dinamika ekonomi global yang kian kompleks dan penuh ketidakpastian.

Sistem perdagangan yang terbuka, adil, dan berbasis aturan memberikan kepastian bagi pelaku usaha serta mendorong integrasi ekonomi yang lebih efisien antarnegara.

Dalam jangka panjang, kerangka multilateral membantu mengurangi hambatan dagang, meningkatkan daya saing, dan memperluas akses pasar bagi negara berkembang.

Di sisi lain, penguatan institusi dan kerja sama multilateral juga diperlukan untuk merespons tantangan baru, seperti disrupsi rantai pasok dan isu keberlanjutan.

Karena itu, komitmen bersama untuk memperkuat mekanisme perdagangan global menjadi fondasi penting bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi dunia.

Indonesia menyerukan penguatan perdagangan multilateral dan transformasi digital melalui kerja sama ekonomi, investasi dan integrasi kawasan di kegiatan the 1st Future Investment and Trade Partnership Ministerial Meeting (FMM) di Singapura.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia untuk menjaga stabilitas pertumbuhan dan membuka peluang kemitraan yang lebih luas, khususnya dengan negara-negara mitra strategis.

“Kemitraan ini menawarkan respons kolektif dengan memperkuat sistem perdagangan multilateral berbasis aturan, memajukan perdagangan digital, dan mempromosikan investasi berkelanjutan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (18/11).

Menko Airlangga menyatakan Indonesia memandang FIT sebagai wadah kolaboratif yang dapat memperkuat koordinasi dalam menghadapi risiko bersama.

FIT menyediakan platform bagi negara-negara, baik besar maupun kecil, untuk menjaga kesejahteraan dan ketahanan. Sementara bagi Indonesia, FIT memiliki arti penting tersendiri sebagai ekonomi pertanian yang besar.

“Kami sangat menyadari kerentanan dalam rantai pasok pangan, energi, dan industri,” imbuh Menko Airlangga.

Dia menilai Welcome Agenda mendukung pemetaan risiko dan penguatan regulasi, serta membantu memastikan stabilitas sambil mendorong integrasi UMKM ke dalam rantai nilai global.

Indonesia juga menekankan pentingnya agenda transformasi digital, termasuk proyeksi ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan mencapai 360 miliar dolar AS pada 2030. Indonesia mendorong agenda perdagangan digital dan sistem paperless, standardisasi dokumen elektronik, penguatan keamanan siber, dan interoperabilitas sistem digital antarnegara untuk menekan biaya dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital.

Lebih lanjut, Indonesia juga berpandangan digitalisasi harus memberikan manfaat nyata bagi UMKM melalui proses kepabeanan yang lebih sederhana dan akses pasar yang lebih luas. Selain itu, Indonesia menilai bahwa perdagangan digital dapat mendukung transisi menuju ekonomi hijau, sejalan dengan komitmen net-zero Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.