Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KNKT Ungkap 4 Kelalaian Pengendara yang Paling Mematikan: Banyak yang Tak Sadar

6 Selasa, 18 Nov 2025, 18:40 WIB | Oleh:
KNKT Ungkap 4 Kelalaian Pengendara yang Paling Mematikan: Banyak yang Tak Sadar KNKT Ungkap 4 Kelalaian Pengendara yang Paling Mematikan: Banyak yang Tak Sadar Doc: ANTARA/Boyke Ledy Watra
Ket. Penyelidik Senior KNKT Ahmad Wildan mengedukasi para pelajar di Provinsi Bengkulu tentang titik buta bus yang harus dihindari pengendara, di Bengkulu, Selasa. (18/11).

BENGKULU - Penyelidik Senior Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ahmad Wildan mengingatkan empat hal krusial yang kerap diabaikan pengendara dan berpotensi memicu kecelakaan, mulai dari kondisi rem, tekanan angin ban, risiko aquaplaning, hingga bahaya blind spot kendaraan besar. 

Peringatan ini ia sampaikan saat memberikan edukasi keselamatan berkendara kepada pelajar di Bengkulu.

"Pertama rem, minyak rem, piringan rem dan cara mengerem itu sangat penting terkait keselamatan," kata Penyelidik Senior KNKT Ahmad Wildan, di Bengkulu, Selasa.

Dia mengatakan minyak rem memiliki titik didih yang tinggi agar tetap mampu bekerja ketika terjadi panas saat pengereman, minyak rem bertugas menekan kaliper rem agar tetap menjepit piringan rem.

Ketika, minyak rem masuk air 3 persen saja titik didihnya akan turun drastis mendekati titik didih air. Hal tersebut tentunya akan membahayakan karena panas pengereman lebih tinggi dari titik didih minyak rem akan mengakibatkan rem blong.

"Jadi hati-hati (soal rem), apalagi yang pake motor matik dan di jalan turun. Harus tahu, biar motor ada yang menahan remnya (tidak blong), usahakan dalam mengerem gantian yang depan, belakang, jangan bersamaan agar kedua rem tidak kepanasan dan mengakibatkan rem blong," ucapnya.

Wildan menyampaikan hal tersebut saat memberikan materi peningkatan wawasan budaya berkendara aman pada generasi muda pelajar di Bengkulu. Wildan memberikan edukasi itu pada kegiatan seminar dan kampanye keselamatan lalu lintas bertajuk “Membangun Budaya Berkendara Aman dan Bertanggung Jawab” yang digelar PT SAN Putra Sejahtera, pemilik Perusahaan Otobus Siliwangi Antar Nusa (PO. SAN), di Kantor Pusat SAN di Bengkulu.

"Piringan rem juga tidak boleh disiram saat masih panas, mungkin sebagian kita berinisiatif menyiram agar cepat dingin mencegah rem blong, tapi ketika piringan disiram, piringan tidak lagi rata, dan juga rawan patah di kemudian hari, ini malah membahayakan sisi pengereman," kata dia.

Hal krusial kedua yang pengendara tidak boleh lalai terhadap kendaraannya yakni soal ban, tekanan angin ban harus sesuai agar tidak mudah pecah saat berkendara. Selain itu, Wildan tidak menyarankan penggunaan ban cadangan menjadi ban utama saat berkendara.

"Kadang kita berpikir tekanan angin yang kencang yang membuat ban gampang pecah, sebenarnya ban dengan angin yang kurang yang lebih rawan pecah, begitu tekanan anginnya kurang, ban itu berjalan diseret, tapak yang menempel ke jalan lebih lebar dan lebih mudah panas, sehingga terjadi polimerisasi, struktur pembentuk ban akan mengurai," ucapnya.

Sementara penggunaan ban cadangan kata dia tidak boleh untuk perjalanan panjang, atau jika ingin menjadikan ban cadangan sama kinerjanya dengan ban utama, ban tersebut pemakaiannya harus dirotasi dengan ban utama setiap 2 minggu atau maksimal 1 bulan sekali.

"Jadi ingat, ban cadangan tidak boleh dipakai untuk perjalanan panjang. Karena dia bisa pecah kapan saja. Ban itu ketika dijadikan ban cadangan dia akan terkena embun yang membuat peristiwa oksidasi, kalau di dinding kerusakan akibat oksidasi bisa terlihat dari luar, tapi kalau ban terjadinya di bagian dalam, jadi luarnya masih terlihat baik-baik saja," kata Wildan.

Hal krusial selanjutnya yang penting diperhatikan pengendara yakni terkait aquaplaning atau ban kehilangan kontak dengan aspal atau jalan karena ban terbungkus air.

"Aquaplaning, jadi kita lagi naik motor, Jangan coba-coba naik motor kecepatan di atas 40 kilometer per jam, karena apa, karena ban motor ketika kecepatan di atas 40 km per jam akan dibungkus oleh air. Ketika ban dibungkus oleh air (ban tidak akan mencengkeram jalan)," ujarnya.

Hal krusial yang keempat lanjut dia yang perlu diingat pengendara adalah blind spot atau titik buta pengendara lain terutama kendaraan berbadan besar.

Banyak pengendara yang abai soal titik buta yang akhirnya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas karena pengendara motor atau pejalan kaki tidak terlihat oleh pengemudi kendaraan berbadan besar seperti truk dan bus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.