Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua Naskah Nusantara Resmi Tercatat di Daftar Ingatan Dunia UNESCO

6 Jumat, 06 Nov 2026, 09:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dua Naskah Nusantara Resmi Tercatat di Daftar Ingatan Dunia UNESCO Dua Naskah Nusantara Resmi Tercatat di Daftar Ingatan Dunia UNESCO Doc: Perpusnas
Ket. Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz (dua dari kanan) pada pertemuan umum Ke-11 Memory of the World Committee for Asia and the Pacific (MoWCAP) di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Jakarta pada Kamis (5/11/2026).

JAKARTA - Dua naskah Nusantara yang diajukan Perpustakaan Nasional (Perpusnas), yakni Bo’ Sangaji Kai: Catatan Kerajaan Bima, Saksi Erupsi Tambora 1815 dan Kidung Bhuwana Wināśa (Nyanyian tentang Dunia yang Telah Lenyap), resmi tercatat dalam daftar ingatan dunia.

UNESCO menetapkan kedua naskah Nusantara tersebut sebagai memori kolektif dunia di kawasan Asia dan Pasifik pada pertemuan umum Ke-11 Memory of the World Committee for Asia and the Pacific (MoWCAP) di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Jakarta pada Kamis (5/11).

Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat menjelaskan, kedua naskah tersebut berasal dari koleksi yang telah ditetapkan sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON), melalui proses penilaian di tingkat nasional oleh tim Memory of the World Indonesia untuk menentukan naskah mana yang layak diajukan ke tingkat regional Asia Pasifik.

"Pengakuan ini sekaligus menunjukkan bahwa upaya pelestarian naskah yang dilakukan selama ini memiliki arti penting, bukan hanya dari sisi keberadaan fisiknya, melainkan juga kandungan pengetahuan dan nilai sejarah di dalamnya," ujar Aminudin.

Ia memaparkan, Bo’ Sangaji Kai misalnya, memuat catatan perjuangan Kesultanan Bima sekaligus kesaksian mengenai peristiwa erupsi Gunung Tambora pada 1815. Catatan tersebut menjadi salah satu keunikan naskah yang memiliki nilai sejarah luar biasa.

Sementara itu, Kidung Bhuwana Wināśa merupakan autograf karya Ida Pedanda Ngurah yang merekam peristiwa Puputan di Klungkung. Naskah tersebut juga memiliki nilai sastra yang tinggi.

"Kedua hal inilah yang kemudian dijadikan dasar bagaimana kita mengajukan sesuatu yang unik dan tidak dimiliki oleh naskah-naskah yang diajukan oleh negara lain," ucap Aminudin.

Pengajuan Bo’ Sangaji Kai dilakukan Perpusnas bersama Yayasan Museum Samparaja Bima dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sementara itu, Kidung Bhuwana Wināśa diajukan bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung, Gria Agung Mandara Pemaron, serta Gria Gede Belayu.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa terpilihnya kedua naskah tersebut bukanlah akhir dari upaya pelestarian. Perpusnas bersama para mitra perlu melanjutkan upaya pengkajian dan pemanfaatan kandungan naskah, termasuk menjadikannya sumber rujukan untuk memperkaya pemahaman tentang masa lalu berdasarkan sumber dokumenter.

"Naskah ini perlu dimanfaatkan dan bisa menjadi sumber rujukan untuk pendidikan karakter bagi bangsa kita," tuturnya.

Setelah memperoleh pengakuan, Aminudin mengemukakan bahwa langkah selanjutnya adalah mengolah, mempelajari, dan memanfaatkan kandungan pengetahuan dalam naskah dengan menghadirkan isi dalam bentuk bacaan yang dapat diakses generasi masa kini, sekaligus menggali nilai-nilai yang dapat dipelajari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.