Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cegah Korban Angin Kencang, Pemkot Surabaya Gencarkan Perantingan dan Peremajaan Pohon Tua

📅 Selasa, 18 Nov 2025, 12:45 WIB | Oleh:
Cegah Korban Angin Kencang, Pemkot Surabaya Gencarkan Perantingan dan Peremajaan Pohon Tua Doc: Istimewa
Ket. Untuk memastikan pekerjaan berjalan optimal dan aman, tim lapangan dibagi ke dalam tujuh rayon, dengan target minimal meranting 20 pohon per hari di setiap rayon saat cuaca mendukung.

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya meningkatkan kewaspadaan di musim penghujan dengan menggencarkan program perantingan pohon secara rutin. Langkah ini dilakukan untuk memitigasi risiko pohon tumbang akibat angin kencang dan curah hujan tinggi yang dapat membahayakan keselamatan warga dan pengguna jalan.

Kepala DLH Kota Surabaya, Dedik Irianto, menjelaskan bahwa pemkot memiliki jadwal rutin untuk perantingan, khususnya di ruas-ruas jalan utama. Untuk memastikan pekerjaan berjalan optimal dan aman, tim lapangan dibagi ke dalam tujuh rayon, dengan target minimal meranting 20 pohon per hari di setiap rayon saat cuaca mendukung.

"Pada kasus-kasus khusus di daerah padat, seperti di Wiyung, perantingan bahkan dilakukan pada hari Minggu pagi. Kami bekerja sama dengan kepolisian setempat untuk melakukan penutupan jalur sementara (contra flow) demi menjamin keselamatan petugas dan pengguna jalan," kata Dedik, Selasa (18/11/2025).

Dedik menambahkan bahwa selain jadwal rutin, masyarakat juga diberikan akses untuk berpartisipasi aktif. Warga dapat mengajukan permohonan perantingan melalui aplikasi Wargaku, bahkan untuk pohon-pohon yang berada di dalam area permukiman.

Selain perantingan, Pemkot Surabaya juga tengah menjalankan program peremajaan pohon di beberapa ruas jalan. Program ini dinilai krusial karena banyak pohon besar yang telah berusia puluhan tahun seperti pohon asem peninggalan Belanda di Jalan Ahmad Yani, berisiko mengalami keropos di bagian tengah meskipun dari luar tampak sehat.

"Pohon-pohon yang terlalu besar dan berisiko tinggi di tepi jalan raya akan diremajakan dengan jenis pohon yang lebih ideal. Jalan Ahmad Yani menjadi salah satu lokasi utama peremajaan karena merupakan akses vital dan pintu masuk utama ke kota," jelasnya.

Ia menyadari bahwa proses peremajaan ini memerlukan waktu yang lama dan berbeda dengan pembangunan fisik. “Pohon membutuhkan waktu puluhan tahun untuk tumbuh besar dan kembali menciptakan keteduhan yang kini dinikmati oleh warga,” ujar dia.

Sebagai langkah preventif, Dedik juga mengimbau seluruh masyarakat agar tidak berteduh atau memarkir kendaraan di bawah pohon besar saat terjadi hujan lebat atau angin kencang.

"Kami mengimbau agar warga menghindari pohon saat cuaca ekstrem. Hal ini demi mencegah bahaya kecelakaan yang diakibatkan oleh pohon tumbang, yang seringkali terjadi karena bagian dalam pohon sudah keropos," pungkasnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Seixas Siap Ganggu Dominasi...
PROFIL BINTANG

Alphonso Davies

16 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Alphonso Davies

Ferrari Siap Akhiri Laju Kemenangan Antonelli di GP Monako

24 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Ferrari Siap Akhiri Laju Ke...
Daerah
Semarak Piala Dunia dengan ...
Daerah
Bursa Kerja di Ciamis Buka ...
Ekonomi
Percepatan Program Irigasi ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.