Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Program MBG Picu Lonjakan Permintaan, Harga Telur Ikut Terdorong Naik

📅 Senin, 17 Nov 2025, 22:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Program MBG Picu Lonjakan Permintaan, Harga Telur Ikut Terdorong Naik Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi-Peternak mengambil telur ayam.

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong peningkatan permintaan telur secara signifikan, sehingga berdampak pada kenaikan harga di pasar.

Lonjakan kebutuhan untuk memenuhi pasokan program pemerintah memicu pengetatan stok, terutama di wilayah dengan distribusi yang belum optimal.

Meskipun kebijakan ini membawa manfaat nutrisi bagi masyarakat, pemerintah perlu memastikan stabilitas pasokan melalui penguatan produksi nasional, dukungan peternak, serta manajemen distribusi yang lebih efisien agar tekanan harga tidak berlarut dan tidak membebani konsumen.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa peningkatan permintaan telur ayam ras untuk menu program makan bergizi gratis turut mendorong kenaikan harga komoditas tersebut.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Senin (17/11), mengatakan harga rata-rata nasional telur ayam ras saat ini naik 0,32 persen dibandingkan dengan Oktober 2025.

Harga rata-rata nasional untuk telur ayam ras tercatat Rp31.646 per kilogram pada minggu kedua November 2025, sedangkan harga acuan penjualan di tingkat konsumen ditetapkan Rp30.000 per kilogram.

"Telur ayam ras ini menarik, karena memang yang memberikan kenaikan harga telur ayam ras adalah meningkatnya permintaan terhadap kebutuhan komoditas telur ayam ras sebagai salah satu komponen lauk-lauk pada menu MBG," ujar Amalia.

Ia memaparkan terdapat 157 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga telur ayam ras.

Harga tertinggi berada di Kabupaten Mamberamo Tengah Rp100 ribu per kilogram, Kabupaten Puncak Jaya Rp90 ribu, dan Kabupaten Intan Jaya Rp90 ribu.

Selain itu, penyebab meningkatnya harga telur ayam ras di sejumlah daerah disebabkan oleh faktor distribusi, dan ketersediaan stok di pasar.

Amalia meminta kepada seluruh pemerintah daerah untuk mendorong penyediaan suplai yang lebih besar kepada para pengusaha ataupun peternak lokal.

Menurut dia, tingginya permintaan terhadap komoditas telur dapat dimanfaatkan oleh para peternak telur lokal untuk meningkatkan persediaan dan membangun bisnis di daerah.

"Ini tentunya menjadi peluang baik untuk bisa didorong peluang bisnis, untuk bisa memenuhi kebutuhan permintaan yang lagi meningkat," kata Amalia.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi pelajar dan kelompok rentan, sekaligus memperkuat ketahanan sumber daya manusia jangka panjang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Modena Tawarkan Diskon hingga 77 Persen di PRJ

14 menit yang lalu | Haryo Brono

Rona
Modena Tawarkan Diskon hing...
Nasional
DPR RI Ingatkan Pariwisata ...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.