Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kementan Genjot Pengembangan Sapi Bali Agar Makin Berdaya Saing

📅 Senin, 17 Nov 2025, 17:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kementan Genjot Pengembangan Sapi Bali Agar Makin Berdaya Saing Doc: Antara
Ket. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Ali Jamil (kanan) dalam pertemuan dengan Gubernur Bali Wayan Koster.

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pengembangan peternakan sapi Bali yang lebih berdaya saing melalui penguatan pembibitan, peningkatan layanan kesehatan hewan, serta kolaborasi bersama pemerintah daerah setempat.

Sekretaris Jenderal Kementan Ali Jamil dalam keterangan di Jakarta, Senin (17/11) menegaskan, Kementerian Pertanian berkomitmen untuk memastikan pengembangan peternakan sapi Bali semakin terarah dan berdaya saing.

“Sapi Bali adalah kekayaan genetik bangsa yang harus kita jaga. Kementan akan memperkuat kerja sama dengan Pemprov Bali," kata Ali.

Dia menyampaikan, Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Bali memperkuat kolaborasi dalam pengembangan peternakan sapi Bali serta peningkatan kesehatan hewan di Pulau Dewata tersebut.

"Bali memiliki peran penting sebagai pusat pembibitan dan sentra sapi Bali berkualitas," ujarnya.

Dia menyampaikan, penguatan kolaborasi dalam pengembangan peternakan sapi Bali dilakukan dalam pertemuan antara Gubernur Bali Wayan Koster di Denpasar.

Ali menuturkan, pertemuan tersebut menyoroti permohonan Kementerian Pertanian untuk hibah lahan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) seluas 102 hektare di Jembrana dan 1.500 m2 di Denpasar, serta 6,7 hektare lahan Balai Besar Veteriner Denpasar untuk pelayanan kesehatan hewan.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyambut positif langkah itu dan menegaskan siap memberikan dukungan program pembibitan sapi Bali serta peningkatan layanan kesehatan hewan di tingkat daerah.

"Prinsipnya kita setuju untuk pelestarian sapi Bali,” ujar Koster.

Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Bali juga mengajukan permohonan hibah lahan milik Kementan seluas 3.550 m2 untuk kegiatan pengelolaan lingkungan.

Ia berharap sinergi bersama Kementan dapat memperkuat posisi Bali sebagai sentra pembibitan sapi Bali terbaik di Indonesia, sekaligus memastikan kesehatan hewan terjaga guna mendukung keberlanjutan pariwisata, ekonomi, dan ketahanan pangan daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Atraksi Budaya Liong dan Ba...
Olahraga
Raymond/Joaquin Gagal Juara...
Luar Negeri
Iran Lancarkan Serangan Rud...

Open Ship KRI Teluk Kupang-519

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Open Ship KRI Teluk Kupang-519
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.