Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Emas Meroket! BPS Tegaskan Geopolitik Global Jadi Biang Kenaikan

📅 Senin, 17 Nov 2025, 22:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Emas Meroket! BPS Tegaskan Geopolitik Global Jadi Biang Kenaikan Doc: ANTARA/ Aprillio Akbar
Ket. Karyawan menunjukkan sampel emas batangan di Butik Emas Logam Mulia ANTAM kompleks DP Mall, Semarang, Jawa Tengah.

JAKARTA – Kenaikan harga emas mencerminkan meningkatnya kebutuhan investor terhadap aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Sentimen pasar yang sensitif terhadap prospek suku bunga Amerika Serikat serta fluktuasi dolar turut mendorong permintaan emas sebagai lindung nilai.

Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral di berbagai negara ikut memperkuat tren kenaikan harga. Namun, reli ini dapat memicu volatilitas jangka pendek apabila terjadi perubahan kebijakan moneter atau stabilisasi risiko global.

Untuk itu, pergerakan harga emas ke depan tetap akan dipengaruhi dinamika makroekonomi dan persepsi pasar terhadap risiko global.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut kondisi geopolitik dan geoekonomi global menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan harga emas di pasar internasional terus mengalami kenaikan. Berdasarkan data PT Antam, total penjualan emas pada Januari-September 2025 mencapai 34.164 kilogram atau setara 1.098.398 troy oz.

"Hal ini karena emas dianggap sebagai safe haven, sehingga kondisi geopolitik dan geoekonomi global ini sangat menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas. Karena investor mengalihkan aset ke emas sebagai safe haven," ujar Amalia dalam Rapat Koordinasi Inflasi Daerah 2025 dipantau secara daring di Jakarta, Senin (17/11).

Amalia menjelaskan volume penjualan emas meningkat 20 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, yang tercatat sebanyak 918.450 troy oz.

Dari sisi inflasi, rata-rata nasional emas perhiasan menyumbang inflasi sebesar 52,76 persen pada Oktober 2025. Provinsi yang mengalami inflasi emas paling tinggi adalah di Sumatera Barat di mana inflasi emasnya mencapai 62,83 persen, lalu diikuti oleh Sulawesi Selatan yang mengalami inflasi emas 62,77 persen.

Namun demikian, Amalia mengatakan bahwa masyarakat Indonesia sudah memiliki kesadaran untuk berinvestasi emas, sehingga komoditas tersebut menjadi salah satu yang berkontribusi terhadap inflasi.

"Dengan kata lain, masyarakat Indonesia sudah mulai melihat bahwa emas adalah sebagai salah satu komoditas untuk berinvestasi," ujar dia.

Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Senin, mengalami kenaikan Rp3.000 dari awalnya Rp2.348.000 menjadi Rp2.351.000 per gram.

‎Harga jual kembali (buyback) turut naik ke angka Rp2.212.000 per gram, serta dijual mulai dari gramasi 0,5 gram hingga 1 kilogram (1.000 gram).

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Senin:

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Menanti Data Inflasi AS, 25 Juni 2026

50 menit yang lalu | Rizky

Ekonomi
Menanti Data Inflasi AS, 25...
Nasional
UI Paparkan Pembangunan Kot...
Nasional
Pemerintah buka polling log...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
# 7
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.