“Bumi di Tepi Neraca”: Wali Kota Yogyakarta Ingatkan Bahaya Ketergantungan pada Air Tanah
📅 Senin, 17 Nov 2025, 00:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara Foto
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta meminta warga mengurangi ketergantungan air tanah dan beralih ke air perpipaan untuk mengatasi krisis air yang mengancam wilayah itu.
"Kita harus mengurangi ketergantungan air tanah. Air perpipaan perlu diperluas, karena kalau masyarakat terus memakai sumur bor, kualitas dan kuantitas air tanah akan semakin turun," ujar Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dalam diskusi bertajuk "Bumi di Tepi Neraca" di Yogyakarta, Minggu.
Hasto mengatakan persoalan lingkungan di Kota Yogyakarta tidak sekadar berkaitan dengan eksploitasi usaha, tetapi juga dipicu oleh perilaku masyarakat yang masih abai.
Dia menyebut penurunan muka air tanah, pencemaran sungai, hingga tingginya volume sampah di kota gudeg sebagai dampak langsung dari pola hidup warga.
"Masalahnya adalah perilaku manusia. Meskipun tidak ada eksploitasi alam, kalau perilaku masyarakat tidak berubah, lingkungan tetap rusak," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena itu, menurut Hasto, Pemkot Yogyakarta menempatkan edukasi dan perubahan perilaku sebagai strategi utama.
Selain itu, Pemkot Yogyakarta juga meningkatkan pengawasan terhadap pembuangan sampah dan limbah rumah tangga ke sungai, mengingat praktik tersebut masih banyak dilakukan warga.
Selain mendorong warga beralih ke air perpipaan, Hasto juga menekankan pentingnya pembangunan kota yang selaras dengan keseimbangan ekonomi, sosial, dan kelestarian lingkungan sebagaimana diamanatkan dalam Perda RPJMD 2025-2029.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pembangunan kota harus menjaga keseimbangan kepentingan ekonomi, sosial, dan pelestarian lingkungan agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan," tutur Hasto.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!