Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Thailand dan Kamboja Bahas Ketegangan Perbatasan dengan AS

📅 Minggu, 16 Nov 2025, 12:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Thailand dan Kamboja Bahas Ketegangan Perbatasan dengan AS Doc: ANTARA/Bernama
Ket. Penandatanganan kesepakatan perdamaian Kamboja–Thailand bertepatan dengan KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10/2025

ISTANBUL - Perdana Menteri Kamboja Hun Manet dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, Sabtu (15/11), mengatakan bahwa mereka berdua membahas ketegangan perbatasan antara kedua negara dalam panggilan telepon terpisah dengan Presiden AS Donald Trump pada Jumat (14/11).

Panggilan telepon tersebut dilakukan "untuk membahas perkembangan di sepanjang perbatasan Kamboja-Thailand, dengan tujuan melanjutkan implementasi perjanjian damai antara Kamboja dan Thailand," kata Hun Manet di media sosial Facebook.

Sambil berterima kasih kepada Trump atas "inisiatifnya" terkait gencatan senjata dan Deklarasi Bersama Kuala Lumpur, Hun Manet juga menyampaikan "komitmen kuat Phnom Penh untuk menjunjung tinggi semangat Deklarasi Bersama Kuala Lumpur."

Dia juga menyatakan harapan bahwa kedua pihak akan terus bekerja sama sesuai dengan prinsip dan mekanisme bilateral yang disepakati.

Di sisi lain, Trump menekankan "posisinya yang jelas" bahwa dia ingin melihat perdamaian abadi antara Kamboja dan Thailand, kata Hun Manet.

"Dalam hal ini, Presiden akan terus memantau masalah ini secara ketat untuk memastikan tidak ada bentrokan bersenjata yang terulang di sepanjang perbatasan Kamboja-Thailand," tambahnya.

Kamboja mempertahankan pendiriannya untuk "menyelesaikan masalah perbatasan secara damai, sesuai dengan prinsip dan mekanisme yang telah disepakati sebelumnya, guna menyelesaikan masalah perbatasan Kamboja-Thailand dan membangun perdamaian abadi antara kedua negara," tegas Hun Manet.

Di akun Facebook-nya, Anutin mengatakan dia telah berbicara dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Trump pada Jumat (14/11).

Perdana Menteri Thailand tersebut mengatakan kepada Trump bahwa "kedua pihak harus mematuhi komitmen yang disepakati bersama untuk memungkinkan tercapainya perdamaian," menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Thailand.

Anutin, seraya menekankan komitmen Bangkok terhadap perdamaian, juga mendesak Kamboja untuk "mengakui fakta dan bertanggung jawab" atas ledakan ranjau awal pekan ini.

Thailand menuduh Kamboja menanam bahan peledak baru, serta "operasi penjinakan ranjau di 13 wilayah yang telah dibahas sebelumnya."

Dia juga mengatakan bahwa "dalam situasi saat ini, Thailand harus memiliki hak untuk mengambil tindakan yang diperlukan guna melindungi kedaulatan Thailand."

Satu warga sipil tewas dan tiga lainnya terluka dalam bentrokan lintas perbatasan antara Thailand dan Kamboja pada Rabu (12/11), dengan kedua pihak saling menyalahkan, hanya beberapa hari setelah Thailand menangguhkan pakta perdamaian.

Negara-negara Asia Tenggara itu menandatangani pakta tersebut bulan lalu di Kuala Lumpur di hadapan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jakarta Fair 2026 Tebar Hadiah Undian Fantastis: 2 Unit Mobil dan 24 Motor Siap Dibagikan

Jakarta Fair 2026 Tebar Hadiah Undian Fantastis: 2 Unit Mobil dan 24 Motor Siap Dibagikan

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.