Tak Banyak yang Tahu, Diet Ini Sebenarnya Dapat Menurunkan Kolesterol!
📅 Minggu, 16 Nov 2025, 10:28 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Bobsredmill.com
Seorang profesor ilmu gizi di Universitas Toronto menyamakan makan sehat dengan investasi keuangan yang cerdas.
Ketika Anda membangun portofolio investasi, “Anda menyebarkan risiko dan manfaat serta mencoba memaksimalkan keuntungan finansial Anda,” kata sang profesor, Dr. David Jenkins.
Itulah filosofi di balik diet portofolio, yang dikembangkan Dr. Jenkins di awal tahun 2000-an setelah menyadari bahwa mengonsumsi beragam makanan dengan khasiat penurun kolesterol dapat memberikan manfaat besar bagi jantung.
Makanan-makanan ini meliputi kacang-kacangan, kacang-kacangan, minyak zaitun extra virgin, buah-buahan, dan sayuran.
Hasilnya bisa sangat mengesankan: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengikuti diet ini dapat menurunkan kadar LDL, atau kolesterol “jahat”, sekitar 30 persen; dan mengurangi risiko penyakit jantung koroner dan stroke. Berikut ulasannya yang dikutip dari New York Time.
Sebaiknya Anda baca juga:
Apa Itu Diet Portofolio?
Mirip dengan diet Mediterania yang menyehatkan jantung, diet portofolio menekankan serat, lemak sehat, dan sumber protein nabati. Kacang-kacangan dan biji-bijian, polong-polongan (terutama produk yang terbuat dari kedelai seperti tahu, tempe, dan susu kedelai), serta sumber lemak tak jenuh tunggal yang kaya (seperti minyak zaitun extra virgin, minyak kanola, dan alpukat) merupakan elemen kunci dari diet ini.
Diet portofolio juga memprioritaskan makanan yang kaya akan jenis serat yang disebut serat kental, yang ditemukan dalam makanan nabati tertentu seperti oat, barley, okra, terong, dan biji chia, serta suplemen serat seperti psyllium. Serat kental berubah menjadi zat seperti gel di usus, tempat ia mengikat kolesterol untuk mengurangi penyerapannya, kata Andrea Glenn, asisten profesor nutrisi di Universitas New York.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sekelompok senyawa tumbuhan alami yang disebut fitosterol (atau sterol tumbuhan) juga merupakan komponen kunci dari diet portofolio. Karena senyawa ini memiliki struktur yang mirip dengan kolesterol, senyawa ini bersaing untuk diserap, sehingga membantu tubuh menyerap lebih sedikit kolesterol, kata Penny Kris-Etherton, profesor emerita nutrisi di Pennsylvania State University.
Fitosterol ditemukan dalam semua makanan nabati, termasuk kacang-kacangan, buah-buahan, sayuran, minyak sayur, dan biji-bijian utuh seperti kecambah gandum dan dedak padi.
Diet portofolio mencegah konsumsi produk hewani yang tinggi lemak jenuh, seperti mentega dan daging merah serta olahan. Mengonsumsi terlalu banyak lemak jenuh dapat meningkatkan kadar LDL dalam darah, yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan stroke. Di sisi lain, lemak tak jenuh tunggal membantu menurunkan LDL.
Apa yang Disarankan?
Pada tahun 2003, Dr. Jenkins dan timnya menerbitkan hasil uji coba kecil – salah satu yang pertama menguji diet portofolio – yang menemukan bahwa diet tersebut menurunkan kolesterol hampir sama baiknya dengan statin.
Para peneliti membagi 46 orang dewasa dengan kolesterol tinggi menjadi tiga kelompok: Satu kelompok yang menjalani diet sangat rendah lemak jenuh, satu kelompok yang menjalani diet sangat rendah lemak jenuh dan juga mengonsumsi statin, dan kelompok ketiga yang menjalani diet portofolio. Setelah satu bulan, kelompok diet portofolio menurunkan kadar LDL darah mereka sekitar 29 persen – hampir sama dengan kelompok statin yang mencapai 31 persen. Kelompok rendah lemak jenuh hanya menurunkan kadar LDL mereka sebesar 8 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!