Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Madiun Pastikan Anggaran Program RTLH Tahun 2026 Berkurang

📅 Minggu, 16 Nov 2025, 07:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Madiun Pastikan Anggaran Program RTLH Tahun 2026 Berkurang Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Bupati Madiun Hari Wuryanto menyerahkan bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) secara simbolis kepada warga sasaran dalam peluncuran program renovasi besar-besaran 221 unit RTLH di wilayah Wungu, Kabupaten Madiun, Jatim.

Madiun – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Madiun, Jatim memastikan bahwa anggaran untuk program penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) pada tahun 2026 akan berkurang, dari semula dialokasikan Rp5,98 miliar pada 2025 menjadi Rp1,46 miliar.

Kepala Bidang Kawasan Permukiman, Dinas Perkim Kabupaten Madiun, Retno Wahyuningsih, di Madiun, Sabtu (15/11), mengatakan penyusutan tersebut terjadi akibat pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

"Penyusutan ini karena adanya pengurangan TKD dari pusat ke daerah tahun depan," ujar Retno.

Menurutnya, penurunan anggaran tersebut berimbas langsung pada jumlah penerima bantuan. Jika tahun 2025 Pemkab Madiun mampu menangani sekitar 200 unit RTLH, maka pada 2026 jumlahnya dipastikan menyusut tajam menjadi hanya 63 unit.

"Penurunan itu sudah kami sesuaikan dalam sistem perencanaan daerah karena mengikuti kemampuan keuangan," katanya.

Meski begitu, Dinas Perkim berupaya agar program perbaikan RTLH terus berlanjut melalui skema pembiayaan alternatif. Selain itu, pihaknya juga tetap mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat dan provinsi. Pihaknya juga menggandeng sektor swasta lewat program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Data Dinas Perkim menunjukkan, hingga kini masih ada sekitar 7.837 unit rumah tidak layak huni di Kabupaten Madiun yang belum tertangani. Wilayah dengan jumlah RTLH tertinggi berada di Kecamatan Pilangkenceng dan Saradan.

Sementara, sepanjang 2025, Pemkab Madiun telah merehabilitasi 355 unit RTLH. Dari jumlah itu, sebanyak 57 unit didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), sementara 277 unit lainnya dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), dan sisanya dari dana desa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Kemenkes: 3 Juta Orang Terp...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Desak Dunia La...

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.