KBRI: Perayaan Hubungan Diplomatik Indonesia-Vatikan Diabadikan lewat Perangko
📅 Sabtu, 15 Nov 2025, 19:25 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat“Keseimbangan yang bijaksana dan peka ini harus dijaga dari ketidakseimbangan,” kata Paus Fransiskus ketika itu. Ia menekankan pentingnya memelihara persatuan tanpa menghilangkan keragaman budaya.
Karya seni seperti perangko ini melibatkan seluruh rakyat Indonesia. Karya itu mengajak masyarakat berjuang bagi kerukunan, kesetaraan, dan perdamaian.
Penanda Sejarah
Dubes Trias Kuncahyono berterima kasih karena Takhta Suci mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1947. Ia juga menyampaikan apresiasi atas penerbitan perangko untuk menandai hubungan ke-75 tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Dubes Trias, perangko bukan sekadar alat bayar surat menyurat. Perangko turut menjadi penanda sejarah hubungan dua negara yang memiliki visi sama.
Ia menyebut perangko dapat menjadi media visual nilai keberagaman dan identitas nasional. Perangko juga dapat berfungsi sebagai alat diplomasi di kancah internasional.
“Perangko, juga bagian dari identitas, bagian dari second track diplomacy,” kata Dubes Trias. Ia menegaskan nilai simbolik perangko sebagai media representasi bangsa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mgr Emilio Nappa mengagumi prinsip Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia menilai perangko sebagai hasil budaya bernilai tinggi dan penuh makna.
Menurut Mgr Nappa, Pancasila selaras dengan nilai Kristiani seperti persaudaraan. Ia memandang Pancasila sebagai cara membangun masyarakat yang damai dan adil. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!