Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Baru Terserap di Akhir Tahun, Kualitas Belanja Negara Dipertanyakan

📅 Kamis, 13 Nov 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Baru Terserap di Akhir Tahun, Kualitas Belanja Negara Dipertanyakan Doc: istimewa
Ket. Presiden Prabowo Subianto

Persoalan utama fiskal Indonesia menjelang akhir tahun 2025 ada pada kualitas belanja dan arah kebijakan yang belum jelas.

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi untuk berkoordinasi dengan kementerian/lembaga serta memeriksa penyerapan dana transfer ke daerah (TKD) menjelang akhir tahun 2025. Perintah tersebut disampaikan Presiden dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri, di ruang tunggu Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (11/11), beberapa jam sebelum Presiden bertolak ke Sydney, Australia.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, yang turut mengikuti rapat, dalam siaran resminya yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, menjelaskan rapat itu membahas soal pengelolaan keuangan negara dan penyerapan anggaran.

Dalam rapat itu, Presiden Prabowo lanjut Teddy memberikan arahan-arahan mengenai pentingnya menjaga pengelolaan uang negara tetap akuntabel dan berorientasi kepada hasil yang nyata untuk masyarakat.

“Setiap rupiah uang rakyat yang dialokasikan harus tepat sasaran dan harus digunakan sesuai periode waktu yang ditetapkan, termasuk dana daerah yang juga merupakan uang rakyat,” kata Teddy.

Pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, menilai perintah Presiden Prabowo itu merupakan langkah strategis untuk memastikan efektivitas kebijakan fiskal nasional. Serapan anggaran yang optimal jelasnya merupakan kunci agar dana publik benar-benar berputar di masyarakat.

“Serapan anggaran daerah adalah kunci. Kalau menyerap saja belum bisa, apalagi bicara kualitas serapan. Kuantitas saja sudah sulit, apalagi kualitasnya,” kata Aditya di Yogyakarta, Rabu (12/11).

Keberhasilan penyerapan tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi juga pada kecepatan koordinasi antarkementerian dan lembaga pusat. Berbagai hambatan serapan justru bersumber dari sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah. Perubahan aturan belanja, keterlambatan petunjuk teknis, hingga prosedur pencairan yang berlapis kerap membuat pelaksanaan anggaran mundur dari jadwal. “Kadang masalahnya bukan pada niat daerah, tapi pada koordinasi sistem yang belum lincah,” katanya.

Sementara itu, Pakar Kebijakan Publik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilai bahwa persoalan utama fiskal Indonesia menjelang akhir tahun 2025 bukan semata-mata pada serapan anggaran, melainkan pada kualitas belanja dan arah kebijakan fiskal yang belum jelas.

“Data menunjukkan sebagian besar daerah mampu menyerap lebih dari 90 persen dana transfer ke daerah menjelang Desember. Isu sesungguhnya adalah kualitas belanja dan kepastian transfer tahun berikutnya,” kata Achmad.

Menurutnya, rapat yang membahas pengelolaan keuangan negara dan penyerapan anggaran tersebut kehilangan makna strategis karena Menteri Keuangan Purbaya Yudha Sadewa tidak hadir. Ia menyebut, dalam sistem ekonomi makro, koordinasi antara Presiden dan Menteri Keuangan ibarat nakhoda dan kompas. Tanpa koordinasi yang solid, arah kebijakan fiskal bisa kehilangan panduan.

Ketergantungan Fiskal

Sementara Dosen Fakultas Ekonomi dan Binis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, mengatakan memang kalau dilihat penyerapan APBN dan APBD biasanya tinggi di akhir tahun, tidak terkecuali dengan dana transfer daerah.

Namun yang perlu dicermati sebagian besar daerah di Indonesia punya fiscal dependency atau tingkat ketergantungan fiskal dengan pemerintah pusat sangat tinggi. “Hanya beberapa daerah yang fiscal dependency-nya rendah seperti DKI Jakarta,”ungkap Esther.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

BPS: Fenomena El Nino Ubah Pola Harga Pangan di Nabire

44 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPS: Fenomena El Nino Ubah ...
Daerah
Siapkan SDM Maritim Unggul,...
Luar Negeri
AS Konfirmasi Dua Orang Men...

Gonzalo Garcia Resmi Dikontrak Fulham dari Real Madrid

57 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Olahraga
Gonzalo Garcia Resmi Dikont...
Ekonomi
Uni Emirat Arab Jajaki Pelu...
Ekonomi
Menanti Sinyal The Fed, 4 A...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.