MEXC Foundation dan Triv Luncurkan Program Beasiswa F.I.R.E untuk Cetak Talenta Blockchain Indonesia
📅 Rabu, 12 Nov 2025, 19:35 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Koran Jakarta - Haryo Brono
JAKARTA - MEXC Foundation bekerja sama dengan Triv, platform pedagang aset kripto di Indonesia secara resmi mengumumkan peluncuran Program Beasiswa F.I.R.E (Future Innovators in Rising Economy). Program ini merupakan sebuah inisiatif yang dirancang untuk menumbuhkan generasi pemimpin blockchain dan Web3 Indonesia berikutnya melalui pendidikan, pendampingan (mentorship), dan paparan langsung terhadap industri nyata.
Beasiswa ini ditujukan untuk menjembatani kesenjangan penting dalam ekonomi digital Indonesia yang berkembang pesat, yaitu menghubungkan keunggulan akademik dengan keahlian praktis dalam bidang blockchain.
CEO & Founder Triv Gabriel Rey mengatakan, program ini dapat membuat generasi muda Indonesia lebih sukses dalam meniti karier di ekonomi digital, terutama di sektor blockchain dan Web3. Karena melihat tren di seluruh dunia most the billionaire datang dari sektor teknologi. Harapan kami, Indonesia bisa menjadi negara dengan ekonomi digital paling maju se-Asia Tenggara.
“Beasiswa yang kami luncurkan tidak main-main, kami bekerjasama dengan beberapa universitas ternama dan terbesar di Indonesia. Ini bukti nyata bahwa industri kripto di Indonesia berdampak sangat besar ke masyarakat Indonesia. Dulu ada stigma industri kripto adalah sesuatu yang meragukan tapi sekarang industri ini sudah bisa memberikan dampak langsung ke seluruh masyarakat di Indonesia,” ujarnya dalam konferensi pers kolaborasi Triv Foundation dengan MEXC Foundation di Jakarta pada hari Rabu (12/11).
VP of MEXC Foundation Kristina Xu mengatakan, MEXC Foundation dan Triv memiliki misi yang sama, yaitu memberdayakan generasi muda melalui pendidikan dan teknologi. Populasi Indonesia yang muda dan melek teknologi, serta kehadiran Triv selama lebih dari satu dekade di Indonesia, menjadikan kemitraan ini langkah yang sangat alami.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bersama-sama, kedua organisasi ini membangun jalur pengembangan talenta yang berkelanjutan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi digital, sekaligus memastikan teknologi baru dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal.
Dari pandangan global, MEXC melihat Indonesia sebagai salah satu mesin pertumbuhan masa depan yang paling penting untuk blockchain dan Web3. Indonesia memiliki populasi yang muda, besar, dan benar-benar digital native, dengan tingkat adopsi ritel yang sangat kuat serta lingkungan regulasi yang semakin jelas dan konstruktif, kombinasi yang jarang ditemukan di dunia.
Bagi MEXC, Indonesia bukan sekadar negara yang “diam dan menunggu,” tetapi negara yang “membangun dan berinvestasi.”
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami percaya Indonesia sangat berpotensi menjadi pusat blockchain dan Web3 terkemuka di Asia Tenggara pada siklus ini, dan salah satu yang paling dinamis di dunia,” ucap Kristina.
Indonesia, sambung Kristina dilihat baik sebagai basis pengembang yang berkembang pesat maupun sebagai pusat inovasi blockchain dan Web3 yang sedang muncul. Program Beasiswa F.I.R.E membangun keterampilan dan pola pikir yang dibutuhkan untuk kedua peran tersebut, mengembangkan keahlian teknis sekaligus mendorong solusi kreatif.
Melalui program ini, Indonesia dapat berkontribusi tidak hanya dalam bentuk talenta, tetapi juga inovasi orisinal untuk ekosistem blockchain global.
Saat ini, banyak negara bersaing untuk mengembangkan talenta blockchain, menurut Kristina yang membedakan pendekatan Indonesia dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya adalah pendekatan Indonesia bersifat berbasis komunitas dan inklusif. Kolaborasi antara universitas dan industri telah membangun fondasi yang kuat bagi inovasi nyata di dunia kerja.
Ekosistem yang tumbuh dari bawah ke atas ini memungkinkan generasi muda menggunakan blockchain bukan hanya sebagai teknologi, tetapi juga sebagai alat untuk kemajuan sosial dan ekonomi.
Founder & CEO CryptoWave Goldwin Halim mengatakan, industri blockchain dan Web3 sangat cepat berkembang, sehingga membutuhkan informasi yang lebih luas. Literasi yang tepat membuat masyarakat bisa membedakan inovasi dari spekulasi. “Dengan edukasi publik yang benar, kita bisa memperkuat ekosistem, bukan hanya dari sisi investor, tetapi juga dari sisi inovator dan talenta masa depan,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!