Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penerima Bantuan Pangan di Gunung Mas Bertambah

📅 Selasa, 11 Nov 2025, 17:05 WIB | Oleh:
Penerima Bantuan Pangan di Gunung Mas Bertambah Doc: ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Ket. Warga mengambil bantuan pangan.

Palangka Raya -- Bupati Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah (Kalteng) Jaya S Monong mengatakan jumlah penerima bantuan pangan (PBP) di daerah itu bertambah, sehingga dampak program nasional itu semakin banyak masyarakat yang merasakan program tersebut.

“Sebanyak 2.191 warga Gumas yang tersebar di 12 kecamatan menerima bantuan pangan beras periode Juni dan Juli 2025. Sedangkan periode Oktober dan November 2025, jumlah PBP di Gumas meningkat menjadi 2.768 warga yang berasal dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial per 26 September 2025," kata Jaya Monong di Kuala Kurun, Selasa.

Dia mengatakan selain peningkatan jumlah PBP, jenis komoditas yang disalurkan juga bertambah. Jika periode Juni dan Juli 2025, komoditas yang disalurkan berupa beras, periode Oktober dan November 2025, komoditas yang disalurkan berupa beras dan minyak goreng.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Gumas Eigh Manto menambahkan pada periode Juni dan Juli 2025 masing-masing PBP secara keseluruhan menerima 20 kilogram beras. Sedangkan pada periode Oktober dan November 2025 masing-masing PBP menerima 20 kg beras dan empat liter minyak goreng.

“Penyaluran bantuan periode Oktober dan November 2025, dilakukan dalam waktu dekat dan satu kali salur,” terangnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bantuan pangan merupakan program pemerintah bertujuan mengurangi beban pengeluaran PBP, mengendalikan gejolak harga dan inflasi, serta melindungi produsen dan konsumen.

Program ini, sambungnya, termasuk dalam Paket Kebijakan Ekonomi Nasional 2025 dan dijalankan Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui penugasan ke Perum Bulog.

Dalam penyaluran bantuan pangan, Bulog akan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan, baik itu DPKP, Dinas Sosial, pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa/kelurahan.

“Sosialisasi yang telah kami lakukan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan supaya bantuan pangan dapat tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran,” kata Eigh Manto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

37 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.