Ruang Publik Jadi Wadah Kolaborasi Warga
📅 Senin, 10 Nov 2025, 01:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA – Ruang-ruang publik Jakarta seperti Balai Kota atau Monumen Nasional (Monas) diharapkan dapat menjadi wadah bertemuan, berinteraksi, ekspresi, dan kolaborasi warga. Harapan ini dikemukakan Gubernur Jakarta Pramono Anung saat melepas kegiatan Jalan Sehat Hari Pahlawan 2025 peserta dari Paguyuban Warga Jakarta asal Jawa Timur (Pewarta Jatim).
“Balai Kota Jakarta terbuka bagi seluruh masyarakat dan merupakan rumah bersama bagi seluruh warga dari berbagai latar belakang suku, ras, serta agama. Kami berharap Balai Kota dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik yang mendorong tumbuhnya persaudaraan, persatuan, toleransi serta kecintaan terhadap Jakarta,” ujar Pramono, Minggu (10/11).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta berkomitmen untuk terus memfasilitasi berbagai kegiatan yang mengedepankan nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap perjuangan bangsa. Menurutnya, ruang publik seperti Balai Kota dan kawasan Monumen Nasional (Monas) diharapkan menjadi wadah ekspresi dan kolaborasi warga.
Hal ini sejalan dengan semangat Jakarta sebagai Kota Kolaborasi. Artinya, kota yang terbuka, inklusif dan penuh semangat kebersamaan. Gubernur menambahkan, Balai Kota adalah rumah bagi siapa saja. Beberapa bulan lalu, Paguyuban Jawa Tengah juga diizinkan menggunakan Balai Kota. Bahkan, beberapa pekan lalu di Monas, Paguyuban Madura juga diizinkan menggelar kegiatan.
Jalan Sehat memperingati Hari Pahlawan yang diadakan Pewarta Jatim diikuti 2.000 peserta yang dimulai dari Balai Kota Jakarta di Jalan Medan Merdeka Selatan. Kemudian, dilanjutkan menuju Jalan H Agus Salim, Jalan Kebon Sirih Raya, Jalan MI Ridwan Rais dan kembali lagi ke Balai Kota.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jalan Sehat digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2025 sekaligus memperkenalkan kebudayaan Jawa Timur, antara lain melalui penampilan Reog Ponorogo. Ini merupakan agenda tahunan Pewarta Jatim yang turut dimeriahkan dengan pentas budaya dan penampilan Campursari untuk mengenang kembali semangat heroik Arek-arek Suroboyo yang dikobarkan oleh Bung Tomo sebagai simbol keberanian rakyat Indonesia dalam melawan penjajah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!