Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Myanmar Klaim Hancurkan 150 Gedung Pusat Penipuan

📅 Senin, 10 Nov 2025, 02:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Myanmar Klaim Hancurkan 150 Gedung Pusat Penipuan Doc: AFP/Lillian SUWANRUMPHA
Ket. Kompleks pusat penipuan internet di Kompleks KK Park di Myanmar.

YANGON - Militer Myanmar pada Minggu (9/11) mengatakan pihaknya telah menghancurkan hampir 150 bangunan dalam tindakan keras terhadap kompleks penipuan internet terkenal yang berbatasan dengan Thailand.

Pusat penipuan yang merajalela telah berkembang pesat di wilayah perbatasan Myanmar yang dilanda perang, menampung para pekerja yang menyasar pengguna internet yang tidak menaruh curiga dengan penipuan asmara dan bisnis senilai puluhan miliar dollar setiap tahunnya.

Banyak pekerja yang diperdagangkan ke pusat-pusat internet ini, tetapi ada juga yang memang bekerja di kompleks yang sering kali dilengkapi dengan fasilitas mewah untuk bos kriminal dan staf mereka yang berpenghasilan tinggi.

Bulan lalu militer Myanmar mengumumkan penggerebekan di pusat penipuan terkenal KK Park dan dalam penggerebekan itumenemukan lebih dari 2.000 penipu dan menyebabkan 1.500 orang melarikan diri melintasi perbatasan ke Thailand.

Dalam pembaruan di surat kabar The Global New Light of Myanmar, junta mengatakan mereka menemukan 148 bangunan pusat penipuan ini termasuk asrama, rumah sakit empat lantai, dan kompleks karaoke dua lantai.

"Sebanyak 101 bangunan telah dihancurkan, dan 47 bangunan sisanya masih dalam tahap pembangunan," tulis surat kabar tersebut.

AFP tidak dapat segera memverifikasi klaim tersebut, tetapi penduduk setempat di Myanmar dan di perbatasan Thailand telah melaporkan mendengar ledakan berkala sejak serangan militer Myanmar dimulai.

Para ahli mengatakan penggerebekan junta kemungkinan terbatas, diatur dan dipublikasikan secara sengaja karena militer bertindak di bawah tekanan internasional untuk menumpas pusat-pusat penipuan tanpa terlalu merugikan keuntungan.

Tiongkok merupakan pendukung militer utama junta, tetapi para analis mengatakan Beijing menjadi marah dengan maraknya penipuan yang menyasar dan merekrut warganya. Namun tindakan yang terlalu keras akan mengikis keuntungan yang memperkaya milisi yang diandalkan junta sebagai sekutu utama dalam perang saudara yang telah melanda negara itu sejak merebut kekuasaan melalui kudeta tahun 2021, kata para pemantau.

Pada bulan Februari, kampanye tekanan yang dipimpin oleh Tiongkok mengakibatkan sekitar 7.000 pekerja penipuan dipulangkan dalam eksodus yang dipublikasikan secara luas dari Myanmar, sementara Thailand memberlakukan blokade internet lintas batas dalam upaya untuk menghentikan pabrik penipuan.

Militer mengumumkan penggerebekan awal terhadap KK Park pada tanggal 19 Oktober setelah penyelidikan AFP mengungkap bahwa berbagai pusat termasuk KK Park diperluas meskipun ada tindakan keras, dengan penerima internet satelit Starlink dipasang secara massal untuk menghindari pemutusan jaringan internet Thailand.

Setelah penyelidikan AFP, perusahaan induk Starlink, SpaceX, mengatakan telah memutus sinyal ke lebih dari 2.500 terminal internet satelit di sekitar lokasi yang diduga menjadi pusat penipuan di Myanmar. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.