Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bulog Dorong Peran Pemuda Jadi Pelaku Rantai Pasok Pangan

📅 Senin, 10 Nov 2025, 10:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bulog Dorong Peran Pemuda Jadi Pelaku Rantai Pasok Pangan Doc: ANTARA
Ket. Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita (kedua kanan) bersama pembicara lainnya dalam Nusantara Food Summit 2025 yang digelar di Tangerang, Banten.

JAKARTA – Perum Bulog mendorong generasi muda untuk aktif menjadi pelaku rantai pasok pangan nasional guna memperkuat distribusi, menjaga stabilitas harga, serta memastikan ketahanan pangan Indonesia tetap kokoh dan berkelanjutan.

Direktur Bisnis Perum Bulog, Febby Novita, mengatakan generasi muda atau Gen Z kini punya peluang besar untuk ikut menjaga ketahanan pangan nasional dengan menjadi bagian dari rantai distribusi bahan pokok secara mandiri dan fleksibel dari rumah.

"Adik-adik Gen Z bisa ikut mendistribusikan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), minyak, gula, dan komoditas lainnya," kata Febby dalam Nusantara Food Summit 2025 yang digelar di Tangerang, sebagaimana keterangan di Jakarta, Senin (10/11).

Melalui dukungan platform digital, peluang itu tidak hanya memperluas jaringan distribusi pangan, tetapi juga membuka ruang bagi Gen Z untuk memperoleh keuntungan sekaligus berkontribusi bagi ekonomi nasional.

"Tidak perlu punya toko, cukup dari rumah dengan dukungan platform digital. Dan di situ bisa dapat cuan (uang),” katanya pula.

Selain itu, Bulog membuka ruang kemitraan dari sisi hulu hingga hilir, mulai dari kerja sama on-farm dengan petani dan gabungan kelompok tani (gapoktan), penyediaan bahan baku untuk pabrik-pabrik penggilingan Bulog di sentra produksi, hingga pengembangan gudang komoditas untuk memperkuat kapasitas cadangan pangan.

"Kapasitas gudang kami saat ini mencapai 3,8 juta ton, namun kebutuhan terus bertambah seiring peningkatan produksi dalam negeri. Generasi muda yang punya lahan bisa membangun gudang komoditas dan bekerja sama dengan Bulog,” ujar Febby.

Peluang bisnis di sektor pangan terbuka luas terutama bagi generasi muda. Bulog mengelola jaringan distribusi pangan bernama Rumah Pangan Kita (RPK) yang kini telah berkembang menjadi lebih dari 27.000 jaringan di seluruh Indonesia.

Febby menjelaskan situasi pangan nasional menunjukkan perkembangan positif. Di tahun 2025 ini, Indonesia tidak melakukan impor beras, merupakan keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan dalam negeri.

Ia menegaskan pula bahwa Bulog berperan pada dua sisi sekaligus yakni menyerap gabah/beras petani di hulu dan menstabilkan harga pangan di hilir.

"Ketika harga pangan naik di suatu daerah, Bulog harus turun untuk melakukan operasi stabilisasi,” ujarnya pula.

Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa produksi beras dalam negeri di sepanjang tahun ini diproyeksikan mencapai 34 juta ton setara beras. Sedangkan konsumsi mencapai 31 juta ton per tahun.

“Pemerintah tidak boleh mengambil risiko. Ketersediaan beras harus tetap terjamin di seluruh wilayah, termasuk di daerah-daerah sulit akses seperti pegunungan Papua, meskipun biaya distribusinya tinggi,” katanya lagi.

Febby juga menekankan bahwa BUMN pangan itu tidak hanya menjalankan penugasan untuk beras, tetapi juga membuka ruang pada sektor komersial yang lebih dinamis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pejabat Nge-gim Saat Jam Ke...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
BMKG Catat Tsunami Tertinggi Terjadi di Talengan-Sangihe, Sulut

BMKG Catat Tsunami Tertinggi Terjadi di Talengan-Sangihe, Sulut

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.