Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

“Shutdown” Jadi yang Terpanjang dalam Sejarah AS

📅 Kamis, 06 Nov 2025, 01:00 WIB | Oleh:
“Shutdown” Jadi yang Terpanjang dalam Sejarah AS Doc: istimewa
Ket. Sean Duffy Menteri Perhubungan AS - Jadi, jika Anda membawa kita ke sepekan dari sekarang, Anda (kubu Demokrat) akan melihat kekacauan massal.

Penutupan pemerintah federal AS akan menjadi yang terpanjang, melampaui rekor 35 hari yang terjadi selama masa jabatan pertama Presiden Donald Trump.

WASHINGTON DC - Penutupan pemerintah federal Amerika Serikat sejak 5 November menjadi yang terpanjang yang pernah ada, melampaui rekor 35 hari yang terjadi selama masa jabatan pertama Presiden Donald Trump, saat pemerintahannya memperingatkan tentang kekacauan perjalanan udara liburan dan mengancam tunjangan warga Amerika dalam upaya untuk memaksakan resolusi.

Badan-badan federal telah terhenti sejak Kongres gagal menyetujui pendanaan setelah 30 September, dan penderitaan semakin bertambah karena program-program kesejahteraan, termasuk bantuan yang membantu jutaan warga Amerika membeli bahan makanan, berada dalam ketidakpastian.

Dalam beberapa hari terakhir, ada tanda-tanda kemajuan awal yang rapuh di Kongres dalam pencarian jalan keluar, meskipun 1,4 juta pekerja federal, dari pengontrol lalu lintas udara hingga penjaga taman, masih menjalani cuti paksa atau bekerja tanpa bayaran.

Beberapa jam sebelum rekor penutupan tercatat pada tengah malam, pemerintahan Trump menyuarakan peringatan atas kekacauan di bandara-bandara nasional jika krisis berlanjut lebih dari enam pekan, dengan semakin memburuknya kekurangan staf yang mengganggu bandara-bandara dan menutup sebagian wilayah udara.

"Jadi, jika Anda membawa kita ke sepekan dari sekarang, Anda (kubu Demokrat) akan melihat kekacauan massal. Anda akan melihat penundaan penerbangan massal," kata Menteri Perhubungan Sean Duffy dalam konferensi pers di Philadelphia.

“Anda akan melihat pembatalan massal, dan Anda mungkin melihat kami menutup bagian-bagian tertentu dari wilayah udara, karena kami tidak dapat mengelolanya dan karena kami tidak memiliki pengontrol lalu lintas udara,” imbuh dia

Perjalanan udara saat Thanksgiving diperkirakan akan mencapai rekor baru pada tahun 2025, menurut proyeksi American Automobile Association, dengan 5,8 juta orang akan terbang domestik pada libur 27 November.

Lebih dari 60.000 pengontrol lalu lintas udara dan petugas Administrasi Keamanan Transportasi bekerja tanpa bayaran, dan Gedung Putih telah memperingatkan bahwa peningkatan ketidakhadiran dapat menyebabkan kekacauan di antrean check-in.

Para pekerja bandara yang menelepon karena sakit daripada bekerja tanpa bayaran yang menyebabkan penundaan yang signifikan, merupakan faktor utama yang membuat Presiden Trump mengakhiri penutupan pemerintah federal pada tahun 2019.

Baik kubu Partai Demokrat maupun Republik tetap teguh pada poin utama yang menjadi kendala dalam penutupan pemerintah saat ini yaitu mengenai pengeluaran perawatan kesehatan.

Partai Demokrat mengatakan mereka hanya akan memberikan suara untuk mengakhiri penghentian pendanaan setelah kesepakatan dicapai untuk memperpanjang subsidi asuransi yang akan berakhir yang membuat perawatan kesehatan terjangkau bagi jutaan warga Amerika.

Tetapi Partai Republik bersikeras mereka hanya akan membahas perawatan kesehatan setelah Partai Demokrat memberikan suara untuk menghidupkan kembali pemerintahan di Washington DC.

Meskipun pimpinan kedua belah pihak telah menunjukkan sedikit keinginan untuk berkompromi, ada tanda-tanda kehidupan di bangku belakang dengan segelintir anggota Demokrat moderat berupaya menemukan jalan keluar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.