Serangan Militer AS di Pasifik Timur Tewaskan Dua Orang
📅 Rabu, 05 Nov 2025, 16:45 WIB | Oleh: Reza Aditya Firdaus
Doc: Antara/Xinhua
JAKARTA - Dua orang dilaporkan tewas dalam serangan militer terbaru Amerika Serikat (AS) di perairan internasional Pasifik Timur, Selasa (4/11). Serangan tersebut diklaim menyasar kapal yang diduga mengangkut narkotika dan dioperasikan oleh organisasi yang ditetapkan sebagai kelompok teroris.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengumumkan hal itu melalui pernyataan di media sosial. “Hari ini, atas arahan Presiden Donald Trump, Departemen Perang melancarkan serangan kinetik mematikan terhadap sebuah kapal yang dioperasikan oleh Organisasi yang Dicap sebagai Teroris,” tulis Hegseth. Ia menambahkan, “Tidak ada personel militer AS yang terluka, sementara dua narco-terrorist di kapal tersebut tewas.”
Meski demikian, Hegseth tidak mengungkapkan bukti atau menyebutkan nama organisasi maupun kartel narkotika yang dimaksud. Pernyataan tersebut juga belum dikonfirmasi secara independen oleh lembaga atau media lain.
Serangan ini merupakan bagian dari operasi militer AS yang ditingkatkan di kawasan Karibia dan Pasifik Timur sejak awal September. Berdasarkan laporan Departemen Pertahanan, sejak 2 September lalu, militer AS telah menenggelamkan 17 kapal yang diduga digunakan untuk penyelundupan narkotika, dengan total korban jiwa mencapai 66 orang.
Peningkatan aktivitas militer ini menjadi yang terbesar di wilayah tersebut dalam lebih dari tiga dekade terakhir. Pemerintahan Trump beralasan bahwa langkah itu merupakan bagian dari upaya menekan jaringan perdagangan narkoba transnasional yang dianggap membahayakan keamanan nasional AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, sejumlah negara di Amerika Latin menilai tindakan Washington sebagai bentuk ekspansi militer yang berlebihan. Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyebut langkah itu sebagai upaya untuk menggulingkan pemerintahannya dan memperluas pengaruh AS di kawasan.
Sementara itu, Presiden Kolombia Gustavo Petro pada Oktober lalu menuduh Amerika Serikat melakukan “pembunuhan di laut” setelah sejumlah tersangka pengedar narkoba tewas dalam operasi serupa. Hingga kini, pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terhadap tudingan tersebut.
Serangan di Pasifik Timur menandai eskalasi baru dalam kebijakan militer Amerika Serikat terhadap perdagangan narkotika. Para pengamat menilai langkah ini berpotensi memperburuk ketegangan politik di kawasan Amerika Latin dan Karibia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!