Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perdagangan Besar dan Eceran Mendominasi Ekonomi DKI Triwulan III-2025

📅 Rabu, 05 Nov 2025, 17:57 WIB | Oleh:
Perdagangan Besar dan Eceran Mendominasi Ekonomi DKI Triwulan III-2025 Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Ket. Tangkapan layar Kepala BPS DKI Jakarta, Nurul Hasanudin di Jakarta, Rabu (5/11).

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat struktur ekonomi DKI Jakarta pada triwulan III-2025 didominasi oleh lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, serta reparasi mobil dan sepeda motor dengan besaran 18,31 persen.

Lapangan usaha lainnya yang juga berkontribusi pada ekonomi Jakarta yakni industri pengolahan (11,24 persen), konstruksi (10,77 persen), jasa keuangan (10,21 persen), serta informasi dan komunikasi (9,45 persen).

"Jakarta untuk menuju kota global tentunya sektor-sektor jasa juga menjadi tumpuan, terkait dengan peran sektor ekonomi di dalam kota global," kata Kepala BPS DKI Jakarta, Nurul Hasanudin di Jakarta, Rabu (5/11).

Sementara dari sisi pengeluaran, proporsi komponen tertinggi yakni konsumsi rumah tangga (PKRT) sebesar 63,43 persen.
Hasanudin menyampaikan, ekonomi Jakarta pada triwulan III-2025 secara tahunan (year on year/yoy) tumbuh sebesar 4,96 persen, dibandingkan triwulan III-2024.

"Pertumbuhan sektor yang tertinggi secara year-on-year (dari sisi produksi) ada di penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 9,55 persen," katanya.

Sedangkan dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (PKP) mengalami pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 20,06 persen.

Sementara itu, dibandingkan triwulan II-2025 (q-to-q), ekonomi Jakarta tumbuh 0,02 persen. Dari sisi produksi, lapangan usaha konstruksi mengalami pertumbuhan tertinggi, sebesar 3,14 persen.

Sedangkan dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (PKP) mengalami pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 7,88 persen.

Hasanudin menyampaikan, ekonomi Jakarta pada triwulan III-2025 yang berkontribusi sebesar 16,39 persen terhadap perekonomian nasional merupakan yang tertinggi dibandingkan provinsi lainnya seperti Jawa Timur (14,54 persen) dan Jawa Barat (12,73 persen).

"Terkait dengan share dan pertumbuhan ekonomi secara nasional, di Pulau Jawa termasuk yang tertinggi. Ini juga menjadi perhatian kita betapa perekonomian Jakarta memberikan kontribusi yang cukup signifikan untuk perekonomian nasional ini sebesar 16,39 persen," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Ekonomi
Pemerintah lunasi utang obl...
Rona
Seniman Den Baguse Ngarso t...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.