Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Jakbar Bangun Toilet Komunal Agar Warga Gang Kelinci Palmerah Tak BABS di Kali

📅 Rabu, 05 Nov 2025, 21:02 WIB | Oleh:
Pemkot Jakbar Bangun Toilet Komunal Agar Warga Gang Kelinci Palmerah Tak BABS di Kali Doc: ANTARA/Risky Syukur
Ket. Kondisi Gang Kelinci di Jalan Kebon Sayur, RT 07 RW 03, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, yang kerap digunakan warga sebagai lokasi Buang Air Besar Sembarangan (BABS), Rabu (5/11).

JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat menjamin warga Gang Kelinci di Jalan Kebon Sayur, RT 07/RW 03, Kemanggisan, Palmerah tak lagi Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

"Sudah mulai dibangun dua toilet komunal sama septic tank (tangki septik) juga. Jadi enggak BABS lagi," kata Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto di Jakarta, Rabu (5/11).

Adapun toilet itu dibangun lantaran sebagian warga sekitar lokasi masih kerap BABS ke kali di gang sempit bernama Gang Kelinci.

"Kita dapat infonya begitu. Tapi ini sudah diatensi. Sementara pengerjaan, bakal ada dua toilet portabel dari Suku Dinas Lingkungan Hidup," ujarnya.

Ketua RT 07 RW 03 Kemanggisan, Mia, mengatakan bahwa tangki septik komunal akan dibangun di dua titik di lahan hibah untuk menampung kebutuhan sekitar 40 warga yang selama ini masih bergantung pada WC di atas kali.

Pembangunan toilet itu ditaksir memakan waktu sekitar satu bulan, lantaran proses penggalian tangki septik membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Tadinya saya kira paling satu dua minggu, tapi ternyata satu bulan ya. Soalnya gali buat wc dan tangki septiknya itu butuh waktu," kata dia.

Selama pengerjaan, warga akan diarahkan untuk sementara menumpang di toilet kerabat atau tetangga. Sudin SDA Jakarta Barat juga akan membuatkan tangki septik tank darurat sambil menunggu pengerjaan titik pertama selesai.

Mia menyebut sumber dana pengerjaan WC umum ini berasal dari Badan Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (Bazis) Jakarta Barat.

Fasilitas wc umum ini akan sepenuhnya gratis untuk digunakan masyarakat. Dia mengaku menolak keras usulan agar dipungut iuran warga untuk operasional, seperti listrik atau air.

"Saya yang protes karena kita kalangan orang enggak mampu. Kita buat makan hari-hari aja masih bingung. Apalagi untuk bayar-bayar listrik, sama saya enggak mau," tegasnya.

Sebagai solusi, dia mengaku akan mencoba memanfaatkan pompa air sumur untuk digunakan sebagai sumber air sehingga tidak perlu membayar biaya air PAM.

"Jadi biar pakai air sumur aja, saya maunya bebas dari biaya. Saya harap warga di sini nanti bisa sama-sama jaga kebersihannya biar enggak kumuh lagi," kata Mia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

14 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

49 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.