Robert J. Kardinal Gugat Pemerintah: Transmigran di Raja Ampat Butuh Aksi Nyata, Bukan Janji Manis!
📅 Selasa, 04 Nov 2025, 09:05 WIB | Oleh: Alfina Febriyana
Doc: Istimewa
JAKARTA - Pulau Salawati di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, kembali menjadi sorotan. Bukan karena keindahan lautnya, melainkan karena pesan tegas dari Anggota Komisi IV DPR RI, Robert Joppy Kardinal, yang menuntut perhatian lebih bagi masyarakat transmigran di wilayah tersebut.
Dalam kunjungan kerja reses Komisi IV DPR RI, Jumat (31/10/2025), Robert mengungkapkan betapa vitalnya dukungan sektor pertanian dan peternakan bagi keberlanjutan hidup warga transmigran yang telah menetap sejak awal 1980-an.
“Pulau ini menjadi bukti nyata keberhasilan program transmigrasi era Presiden Soeharto,” ujar politisi Partai Golkar itu di Distrik Salawati Utara, Kampung Kalobo.
Ia menyebut ada tujuh kampung di Pulau Salawati, dua di antaranya merupakan pemukiman transmigrasi yang telah lama hidup berdampingan dengan masyarakat asli Papua dalam suasana harmonis.
Robert menyebut, keberhasilan itu bukan semata soal pemerataan penduduk, tetapi juga soal bagaimana semangat gotong royong tumbuh antara pendatang dan warga lokal.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Mereka membangun bersama, hidup rukun, dan menunjukkan bahwa Tanah Papua adalah tanah damai,” tegasnya.
Namun, di balik kisah sukses itu, masih ada pekerjaan rumah besar. Robert menyoroti masih minimnya dukungan pemerintah terhadap produktivitas pertanian dan peternakan di wilayah tersebut.
Warga membutuhkan benih unggul, pupuk, alat pertanian modern, sarana perikanan, serta bantuan ternak seperti sapi agar kesejahteraan mereka meningkat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Semangat masyarakat luar biasa. Tapi tanpa dukungan nyata, sulit bagi mereka untuk berkembang lebih cepat,” ujarnya dengan nada serius.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti kekurangan tenaga penyuluh pertanian dan dokter hewan. Menurutnya, pendampingan teknis adalah kunci agar hasil pertanian dan peternakan bisa lebih produktif dan berkelanjutan.
“Selama ini pemeliharaan ternak masih tradisional. Harus ada penyuluh aktif di lapangan agar hasilnya optimal,” tambahnya.
Robert mengaku telah menyampaikan langsung kebutuhan tersebut kepada Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian yang turut hadir dalam kunjungan itu. Ia berharap tindak lanjut cepat dapat dilakukan demi menjawab aspirasi warga.
“Tidak semua permintaan bisa direalisasikan sekaligus, tapi kami di Komisi IV akan berjuang keras agar setidaknya separuh dari kebutuhan mereka segera terpenuhi,” tegasnya menutup kunjungan.
Pulau Salawati kini menjadi simbol transmigrasi bukan sekadar memindahkan manusia, tapi juga harapan - harapan yang menunggu dijaga oleh negara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!