Kisah Tiga Brand Lokal yang Sukses Go Digital: Dari Tas, Seni, hingga Sepatu Buatan Anak Negeri
📅 Selasa, 04 Nov 2025, 19:05 WIB | Oleh: Haryo Brono“Kami ingin memberikan ruang bagi ilustrator lokal untuk terhubung, berkarya, dan dikenal lebih luas melalui karya mereka. It’s all about #ConnectingPeopleWithCreARTivity,” ujar Afra Viena, Co-Founder Sovlo.
Sejak 2020, Sovlo telah berkembang menjadi rumah bagi ilustrator bertalenta dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan tagline #DiscoverLocalCreARTivity, Sovlo berkomitmen menciptakan platform yang tidak hanya mengapresiasi dan mengangkat karya ilustrator Indonesia, tetapi juga mentransformasi kreativitas menjadi produk bernilai jual.
Hingga saat ini, terdapat 54 ilustrator lokal terpilih dari seluruh Indonesia melalui proses kurasi ketat, yang bersama Sovlo memperoleh peluang untuk memonetisasi karya mereka. Pendekatan ini membentuk ekonomi berbasis talenta lokal, menghubungkan ilustrator dengan konsumen untuk menciptakan sustainable income stream yang berkelanjutan.
“Kami percaya seni tak hanya untuk diapresiasi, tapi juga punya kekuatan untuk menggerakkan dan menginspirasi. Sovlo hadir sebagai rumah yang membangun jembatan antara kreativitas dan peluang ekonomi, membantu para ilustrator lokal mengubah mimpi menjadi karya bernilai dan berkelanjutan,” lanjut Afra.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam perjalanan digitalnya, Tokopedia menjadi pintu utama bagi Sovlo untuk menjangkau pelanggan di seluruh Indonesia, bahkan sebelum mereka memiliki toko fisik. Saat bergabung dengan TikTok Shop by Tokopedia, peluang Sovlo tumbuh lebih besar. Melalui konten video dan sistem afiliasi, produk-produk Sovlo kini dikenal luas dan berhasil menjual ribuan unit per bulan.
“Yang kami sukai dari TikTok Shop by Tokopedia adalah fleksibilitasnya. Brand bisa memperkuat konten para affiliate sekaligus memperluas jangkauan audiens,” jelas Nur Hayad, Head of Retail & E-Commerce Strategy Sovlo.
Kini, Sovlo mencatat peningkatan omzet signifikan serta aktif membangun ekosistem kreatif melalui kegiatan komunitas seperti Terasi (Teras Inspirasi), yang merupakan ruang bagi seniman, pelanggan, dan masyarakat untuk berinteraksi serta merayakan seni lokal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menjelang Promo Guncang 11.11, Sovlo akan memperkuat strategi dengan memperbanyak content-based affiliate, menambah anggaran iklan, dan mengembangkan konten organik di TikTok agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang terhubung dengan kreativitas lokal.
Kanky: Sepatu Lokal yang Tumbuh dari Komunitas
Sementara itu, Kanky hadir dengan semangat membangun industri sepatu lokal yang kuat. Didirikan oleh Alfonsus Ivan Kurniadi di tahun 2020, brand ini lahir di tengah pandemi dan tumbuh berkat dukungan komunitas sneakers lokal.
Logo Kanky diambil dari nama kedua anak Alfonsus, melambangkan harapan agar mereka tumbuh dan saling melengkapi, seperti visi brand untuk menyatukan kualitas dan gaya dalam satu produk lokal yang membanggakan.
Dengan pabrik di Surabaya dan kantor pusat di Bandung, Kanky kini mempekerjakan lebih dari 1.200 karyawan. Melalui Tokopedia dan TikTok Shop by Tokopedia, mereka memperluas jangkauan pasar sekaligus memanfaatkan fitur digital seperti data analitik dan promosi kampanye.
“Platform digital seperti Tokopedia dan TikTok Shop by Tokopedia memberi kami ruang untuk memahami pelanggan dan tumbuh lebih cepat,” ujar Alfonsus.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!