7 Pendaki Tewas dan 4 Hilang Akibat Longsoran Salju di Base Camp Himalaya
📅 Selasa, 04 Nov 2025, 05:22 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
KATHMANDU - Longsoran salju melanda base camp Himalaya di Nepal pada hari Senin (3/11), menyebabkan sedikitnya tujuh pendaki tewas dan empat lainnya hilang, kata pejabat setempat, setelah siklon menghasilkan hujan salju lebat di wilayah pendakian gunung yang terkenal itu.
Dari The New York Times, menurut kepala polisi di distrik Dolakha, Gyan Kumar Mahato, sekelompok lima pendaki asing dan 10 pemandu Nepal telah mencapai base camp puncak Yalung Ri ketika mereka terjebak dalam longsoran salju, tempat puncak itu berada.
Lima warga negara asing dan dua warga Nepal tewas, kata pihak berwenang. Selain empat orang yang hilang, empat orang lainnya dalam kelompok tersebut terluka.
Pencarian para pendaki yang hilang terhambat oleh kondisi cuaca buruk pada hari Senin yang mencegah helikopter mendarat di area tersebut, ujar Bapak Mahato. Tim penyelamat sedang menuju ke area tersebut dengan berjalan kaki dan akan memulai pencarian mereka dengan sungguh-sungguh pada Selasa pagi, ujarnya.
"Para pendaki telah mencapai base camp Yalung Ri, pada ketinggian sekitar 16.000 kaki, dan sedang menyesuaikan diri dengan ketinggian sebelum mencoba mendaki puncak Dolma Khang setinggi 20.774 kaki di distrik yang sama," kata Mahato.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pejabat Nepal mengatakan bahwa hujan salju lebat dan hujan akibat Siklon Montha minggu lalu diikuti oleh cuaca yang lebih cerah pada hari Minggu, dan mereka berspekulasi bahwa fluktuasi suhu dapat menciptakan kondisi untuk longsoran salju.
“Kami menduga tingginya hujan salju bisa jadi penyebab bencana ini, tetapi kami belum sampai pada kesimpulan,” kata Himal Gautam, juru bicara Departemen Pariwisata Nepal.
Hujan salju membuat para pendaki terlantar di Himalaya, mendorong otoritas Nepal untuk meluncurkan misi penyelamatan bagi ratusan pendaki dan wisatawan, termasuk 15 orang yang terjebak di distrik Mustang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Siklon Montha terbentuk di Teluk Benggala awal pekan lalu dan dengan cepat menguat menjadi badai siklon yang dahsyat, dengan kecepatan angin mencapai 70 mil per jam. Saat badai bergerak ke Nepal tengah Jumat lalu, pemerintah memperingatkan akan adanya hujan lebat di beberapa provinsi, termasuk Bagmati, tempat Yalung Ri berada.
Menurut Badan Cuaca Nasional AS, salah satu tanda peringatan utama longsor adalah hujan salju lebat atau hujan dalam 24 jam sebelumnya.
Tim penyelamat di Nepal melakukan upaya terpisah untuk menemukan dua pendaki Italia yang hilang minggu lalu saat mencoba mendaki puncak gunung Panbari, sebelah barat Yalung Ri.
Meskipun terjadi gejolak politik baru-baru ini di Nepal, di mana protes mematikan pada bulan September menggulingkan pemerintah dan menghancurkan gedung-gedung pemerintah, musim pendakian gunung musim gugur tahun ini telah menarik minat yang besar. Dari September hingga akhir bulan ini, departemen pariwisata Nepal telah memberikan izin pendakian kepada 1.450 pendaki dari 83 negara, jumlah terbanyak dalam satu dekade.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!